Jumat, 19 Jun 2026 14:30 WIB

Orok Bayi yang Dikuburkan di Mojokerto Korban Aborsi, Ini Pelakunya

Barang bukti praktik aborsi dibeber di Mapolres Mojokerto
Barang bukti praktik aborsi dibeber di Mapolres Mojokerto

jatimnow.com - Kasus penemuan orok bayi yang dimakamkan di Dusun Sugihwaras, Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto akhirnya terungkap.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander menyebut bahwa orok bayi itu merupakan korban aborsi oleh sepasang kekasih asal Kediri. Satreskrim menetapkan sang ibu berinisial NM jadi tersangka. Sedangkan kekasihnya masih diburu.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Kita menemukan tersangka yang melakukan aborsi, dengan inisial NM yang membenarkan sudah melakukan aborsi dengan meminum obat-obatan dengan merek tertentu," ujar Dony, Senin (8/3/2021).

Baca juga:  

Dony menyebut, dalam pemeriksaan terungkap bahwa NM berasal dari Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Terungkap pula bahwa NM melakukan aborsi tanpa bantuan tenaga medis. Setelah bayi yang dikandungnya gugur, dia menghubungi pacarnya.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

"Kemudian menghubungi pacar tersangka dan bersama-sama pacarnya, mereka mengubur orok bayi itu di makam umum Dusun Sugihwaras, Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo," papar Alumni Akpol 2000 ini.

Dony menambahkan, bayi yang digugurkan tersangka berusia tiga bulan kandungan. Sedangkan obat-obatan yang dipakai untuk menggugurkan kandungan dibeli dari toko online.

"Obat-obatan yang bersifat menggugurkan kandungan itu didapatkan tersangka NM dari pembelian online," pungkasnya.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

Sementara motif tersangka melakukan aborsi itu lantaran hubungannya dengan pacar tidak mendapat restu dari orangtuanya. Di Mojokerto, tersangka bekerja sebagai karyawan salah satu perusahaan.

Kuburan misterius yang ternyata berisi orok bayi itu ditemukan warga Dusun Sugihwaras pada 14 Januari 2021. Pada kuburan terpasang dua batu nisan bertuliskan Fulan dengan tanggal 10 Januari 2021.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.