Jumat, 19 Jun 2026 21:33 WIB

Dugaan Pemotongan BOP untuk Madrasah di Kota Pasuruan Mulai Diusut

  • Penulis : Moch Rois
  • | Selasa, 16 Feb 2021 13:33 WIB
Kasi Intel Kejari Kota Pasuruan, Wahyu Susanto saat melakukan audiensi dengan aktivis LSM
Kasi Intel Kejari Kota Pasuruan, Wahyu Susanto saat melakukan audiensi dengan aktivis LSM

jatimnow.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pasuruan tengah melakukan penyelidikan kasus dugaan pemotongan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk lembaga pendidikan agama dari penyalur di Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan.

"Saat ini kami tengah melakukan pengumpulkan bahan dan keterangan BOP pemerintah pusat, dengan total anggaran sekitar Rp 4 miliar," jelas Kasi Intel Kejari Kota Pasuruan, Wahyu Susanto setelah melakukan audiensi dengan aktivis LSM, Senin (15/2/2021).

Baca Juga: MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace Usai Kematian Ali Khamenei

Wahyu mengutarakan jika dalam penyelidikan ini, kejaksaan telah memanggil puluhan saksi dari lembaga penerima bantuan untuk dimintai keterangan sejak Januari 2021.

"Kami sudah meminta keterangan dari para saksi. Karena melibatkan ratusan orang saksi," ungkapnya.

Wahyu menjelaskan, selama masa Pandemi Covid-19 ini, sebanyak 443 lembaga pendidikan agama di Kota Pasuruan menerima BOP dari pemerintah pusat, mulai dari pondok pesantren (ponpes), madrasah dan TPQ.

Bantuan itu diperuntukan sebagai penunjang penyelenggaraan pendidikan, pengadaan alat protokol kesehatan, yang nilainya berkisar Rp 10 juta hingga Rp 50 juta.

Namun saat realisasi di lapangan jika bantuan yang diterima itu diduga dipotong dengan besaran yang bervariasi. Hingga kemudian Kejari Kota Pasuruan yang mendapati dugaan itu langsung melakukan penyelidikan.

"Seluruh jaksa Kejari Kota Pasuruan masuk dalam tim penyelidikan," tegasnya.

Direktur Pusat Studi Advokasi dan Kebijakan (Pusaka), Lujeng Sudarto mendukung gerak cepat penyelidikan yang dilakukan Kejari Kota Pasuruan, dalam mengungkap dugaan korupsi di lembaga Kemenag yang menjadi panutan moral umat.

"Sangat ironis, terjadinya penyimpangan ini justru melibatkan lembaga yang seharusnya menjadi panutan moral umat. Penyidikan ini harus mengungkap pada aktor intelektual penyunatan anggaran BOP pesantren dan madrasah," ujar Lujeng.

Baca Juga: Ratusan Ribu Butir Pil Koplo Dimusnahkan Kejari Tulungagung

Menurut Lujeng, dari hasil investigasi pada sejumlah lembaga penerima bantuan, mereka mengakui adanya pemotongan BOP. Sehingga ia menyakini bahwa pemotongan bantuan ini dilakukan secara sistematis.

"Hasil investigasi kami, sejumlah lembaga mengakui adanya pemotongan BOP. Kami akan mengawal dugaan penyimpangan yang dilakukan pada saat masa krisis Pandemi Covid-19," tandasnya.

Sementara Plt Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Pasuruan, Munif Armuza mengungkapkan bila BOP keuangan itu diberikan langsung pada rekening lembaga-lembaga yang terverifikasi di Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI.

Sementara pihak Kemenag Kota Pasuruan hanya bertugas melakukan memonitoring pelaksanaan BOP di lapangan.

"Kami di Kota Pasuruan tidak terlibat sama sekali. Data penerima itu didapatkan dari database kementerian. Penyalurannya juga langsung dari Kementerian ke penerima BOP," jelas Munif.

Baca Juga: Indosat Bekali UMKM Pasuruan Strategi Konten Viral dan Optimasi Produk

Munif juga menyebut bahwa proses pendataan lembaga penerima bantuan dilakukan secara online. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pun langsung dari Kementerian.

Terkait tudingan pemotongan BOP tersebut, Munif mengaku tidak mengetahuinya. Sebab verifikasinya dilakukan di bank penyalur.

"Mekanisme penyaluran bantuan ini sudah saya jelaskan pada penyidik Kejari Kota Pasuruan. Lembaga pendidikan langsung menerima bantuan langsung melalui rekening masing-masing," pungkas Munif.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.