Rabu, 17 Jun 2026 22:02 WIB

Wali Murid SDN 1 Cluring Banyuwangi Keluhkan Iuran di Tengah Pandemi

jatimnow.com - Wali murid SDN 1 Cluring di Banyuwangi mengeluhkan adanya iuran Rp 25 ribu per siswa untuk membeli masker dan hand sanitizer di tengah Pandemi Covid-19.

Pungutan tersebut disampaikan melalui paguyuban kelas 5 A dan akan dikumpulkan ke bendahara wali kelas.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku tetap membayar iuran 25 ribu itu meskipun dirinya keberatan.

"Saya sebenarnya keberatan. Sebab perlengkapan saat Pandemi Covid-19 seperti masker dan lain- lain harusnya sekolah yang menyediakan. Itu semua yang saya tahu melalui dana BOS sekolah," katanya, Rabu (27/1/2021).

"Ini kan belum tentu murid sekolah menggelar pembelajaran tatap muka, kenapa paguyuban mengabarkan menarik iuran untuk beli masker dan alat peraga lainnya. Yang saya heran iuran ini hanya kelas 5 A saja," imbuhnya.

Saat dikonfirmasi, bendahara paguyuban, Lina tidak meresponnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Kepala SDN Cluring 1, Isnainiwati mengaku tidak mengetahui jika ada iuran di sekolahnya. Ia menyebut pengadaan masker dan sanitizer sudah diadakan oleh pihak sekolah.

"Saya tidak mengetahui jika ada pungutan Rp 25 ribu untuk pengadaan masker dan sanitizer. Sekolah sudah menyiapkan itu semua dan tidak harus meminta ke wali murid," katanya.

Wali kelas 5 A, Pipit menyebut jika paguyuban wali murid ingin anak-anaknya saat masuk sekolah nanti bisa memakai masker.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

"Jika di kelas tidak disediakan. Yang disediakan di pendopo sekolah. Jadi anak - anak tidak diberikan masker. Ya wali murid yang harus memberi anaknya masker," katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno menjelaskan sekolah harus menyiapkan cuci tangan pakai sabun (CTPS), thermogun, hand sanitizer dan alat lain untuk menjamin pelaksanaan 3M (menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). Itu bisa menggunakan dana BOS.

"Namun untuk masker siswa, faceshield dan hand sanitizer ukuran kecil termasuk kebutuhan personal bisa disiapkan oleh orang tua masing-masing. Khusus untuk siswa tidak mampu bisa dibantu sekolah," katanya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.