Kamis, 11 Jun 2026 16:00 WIB

Jadi Primadona, Jeruk Dekopon Terus Dikembangkan di Banyuwangi

  • Penulis : Rony Subhan
  • | Minggu, 24 Jan 2021 19:32 WIB
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat mengunjungi pertanian jeruk Dekopon di Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat mengunjungi pertanian jeruk Dekopon di Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo

jatimnow.com - Potensi pertanian di Kabupaten Banyuwangi terus dikembangkan, salah satunya jeruk dekopon. Kini sejumlah petani di Bumi Blambangan sedang getol mengembangkan jeruk Dekopon yang tengah menjadi primadona.

Salah satu petani Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, Sujarwo menyebut bahwa jeruk yang berasal dari Jepang tersebut memiliki harga jual yang cukup tinggi.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Untuk harga dari petani Rp 50 ribu per kilogram. Permintaannya pun tinggi. Saya memenuhi permintaan sejumlah langganan dari Jakarta, Surabaya dan sejumlah kota lainnya," ujar Sujarwo saat dikunjungi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Minggu (24/1/2021).

Sujarwo menjelaskan, jeruk ini sudah mulai berbuah di usia tiga tahun. Produktivitasnya bisa mencapai 50 sampai 80 kilogram per pohon dalam satu tahun.

"Jeruk ini berbuah tidak berdasarkan musim seperti jeruk Siam pada umumnya. Ini bisa berbuah sepanjang masa. Asalkan perawatannya dilakukan dengan baik," ungkap Sujarwo yang memiliki lahan seluas 2,5 hektar tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Arief Setiawan menambahkan, kondisi lahan di Banyuwangi cocok untuk pengembangan jeruk Dekopon.

Baca Juga: Polres Lamongan Ciduk Penimbun BBM Subsidi, Pakai Modus Surat Rekomendasi

"Perawatannya juga cukup mudah. Sama dengan jeruk lainnya," terangnya.

Sementara Bupati Anas mengapresiasi inovasi para petani.

"Inovasi ini perlu kita dukung. Bagaimana para petani bisa mengambangkan aneka varietas tanaman yang memiliki nilai jual tinggi," ungkap Bupati Anas sembari meminta Dinas Pertanian untuk lebih intensif mendampingi para petani jeruk tersebut.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Bupati Anas menyebut, saat ini Pemkab Banyuwangi juga telah memberikan subsidi pupuk organik gratis untuk 400 hektare per kecamatan untuk tanaman pangan dan ratusan hektare per kecamatan untuk tanaman hortikultura. Program ini juga telah berlangsung pada 2020.

"Dengan pemberian pupuk organik gratis ini, kami harap dapat membantu kebutuhan pupuk petani. Ini ke depan bantuan pupuk juga harus dinikmati petani jeruk di daerah Tegaldlimo ini," ujarnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.