Kamis, 11 Jun 2026 02:23 WIB

Seram, Puting Beliung Besar Muncul di Waduk Gajah Mungkur

Kolase puting beliung yang terjadi di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah (Foto: Tangkapan layar video viral)
Kolase puting beliung yang terjadi di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah (Foto: Tangkapan layar video viral)

jatimnow.com - Munculnya angin puting beliung di atas perairan (waterspout) Waduk Gajah Mungkur, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah pada Rabu (20/1/2021) sore merupakan efek dari proses pembentukan awan Cumulonimbus.

Saat ini sel awan pembentuk awan Cumulonimbus memang terpantau cukup aktif di wilayah Selatan Jawa Tengah, termasuk di langit wilayah Kabupaten Wonogiri.

Baca Juga: PMI Surabaya Galang Donasi Kemanusiaan lewat Bulan Dana 2026

Kasi Data dan Informasi BMKG Kelas I Semarang, Iis Widya Harmoko yang dikonfirmasi mengatakan, pada dasarnya pembentukan awan tebal merata di wilayah Jawa Tengah. Demikian halnya pembentukan awan kumulonimbus, di selatan Jawa Tengah.

"Kebetulan terkait dengan fenomena puting beliung tersebut, terjadinya ada di Kabupaten Wonogiri, tepatnya di kawasan Waduk Gajah Mungkur," ungkapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Iis juga menyampaikan, UPT BMKG Stasiun Meterologi Ahmad Yani Semarang telah melakukan analisis terkait fenomena waterspout yang terjadi di kawasan Waduk Gajah Mungkur tersebut.

Disebutkan bahwa kondisi dinamika atmosfer menunjukkan adanya sirkulasi siklonik di selatan Indonesia, yang memicu terbentuknya belokan angin dan pertemuan angin di beberapa wilayah di Jawa Tengah.

Kondisi tersebut didukung dengan masa udara yang labil serta kelembaban udara yang cukup tinggi dari lapisan bawah hingga lapisan atas, sehingga mendukung proses pembentukan awan hujan di Jawa Tengah.

Baca Juga: PMI Surabaya Latih Relawan Antisipasi Hantavirus dan Wabah

"Tak terkecuali di wilayah Wonogiri yang sempat ditandai dengan munculnya puting beliung di atas permukaan air atau waterspout tersebut," jelasnya.

Ia juga menyampaikan, Indeks ENSO di NINO 3.4: -0.90 yang dapat mempengaruhi peningkatan hujan di wilayah Indonesia. Selain itu fenomena MJO aktif tetapi tidak cukup berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.

Berdasarkan pantauan dari Citra Satelit dan Radar, BMKG Ahmad Yani Semarang telah mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrim dari Pukul 13.50 WIB dan telah diupdate pukul 16.25 WIB.

"Wilayah Wonogiri juga termasuk salah satu wilayah yang masuk dalam peringatan dini cuaca ekstrim tersebut," tambah Iis.

Baca Juga: Cuaca Probolinggo Panas dan Lembap, BPBD Ingatkan Dampak Kemarau Panjang

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.