Cuaca Probolinggo Panas dan Lembap, BPBD Ingatkan Dampak Kemarau Panjang
- Penulis : Yanuar D
- | Kamis, 14 Mei 2026 17:45 WIB
jatimnow.com - Wilayah Probolinggo diperkirakan masih akan kembali menghadapi cuaca panas dan lembap seperti yang terjadi pada Kamis (14/5/2026). Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara sejak pagi hari terpantau sudah mencapai 31°C dalam kondisi berawan.
Namun, akibat tingginya kelembapan udara, suhu yang dirasakan oleh masyarakat justru menyentuh 33°C. Pada siang hari, cuaca menunjukkan suhu udara berpotensi terus meningkat hingga mencapai 33°C.
Baca Juga: PMI Surabaya Latih Relawan Antisipasi Hantavirus dan Wabah
Meski peluang hujan relatif rendah, potensi hujan ringan secara tiba-tiba masih dapat terjadi pada siang hingga sore hari. Fenomena ini menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca ekstrem kini semakin sering melanda wilayah Probolinggo.
Selain itu, fenomena panas berlebihan yang beberapa hari terakhir terjadi di Kota Semarang juga perlu menjadi perhatian bersama.
Cuaca terik yang disertai kelembapan tinggi dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan panas, hingga gangguan kesehatan serius bagi kelompok rentan.
Menanggapi situasi ini, Sekretaris BPBD Kota Probolinggo, Dedy Ristantama menjelaskan bahwa musim kemarau yang berlangsung lama dapat memicu kekeringan dengan berbagai dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat.
"Musim kemarau yang panjang ini berpotensi memicu krisis air bersih karena penurunan debit sumur dan sungai. Selain itu, lahan pertanian bisa mengering hingga gagal panen, dan risiko kebakaran hutan atau lahan menjadi sangat tinggi," ujarnya.
Baca Juga: Bulog Kediri Siap Hadapi El Nino, Stok Beras Aman hingga 14 Bulan ke Depan
Dedy menambahkan bahwa dampak ini tidak hanya merusak lingkungan seperti tanah retak dan tandus, tetapi juga mengancam produktivitas ekonomi, memicu kelangkaan pangan, serta mengganggu aktivitas harian warga.
Dari sektor kesehatan, suhu ekstrem ini rentan menyebabkan dehidrasi, penyakit kulit, hingga gangguan pernapasan akibat paparan debu dan asap kebakaran.
Oleh karena itu, pihak BPBD mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat Probolinggo mulai melakukan langkah-langkah antisipasi secara mandiri sejak dini.
"Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat dan mulai menyimpan cadangan air bersih. Tolong jangan pernah membakar sampah atau lahan dalam kondisi kering seperti ini karena sangat berbahaya," tegas Dedy.
Baca Juga: Pemkab Lamongan Matangkan Skema Hadapi Kemarau Panjang 2026
Ia juga menyarankan masyarakat untuk menggalakkan penanaman pohon demi menjaga cadangan air tanah, serta selalu memantau informasi cuaca resmi dari BPBD dan BMKG.
Warga diminta tidak ragu untuk segera melapor ke perangkat kelurahan setempat atau menghubungi Call Center 112 jika menghadapi kesulitan air bersih atau melihat adanya titik api.
Dedy juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh dan mengurangi aktivitas berlebihan di bawah terik matahari pada siang hari.
Editor : Yanuar D