Rabu, 10 Jun 2026 02:27 WIB

Cuaca Probolinggo Panas dan Lembap, BPBD Ingatkan Dampak Kemarau Panjang

  • Penulis : Yanuar D
  • | Kamis, 14 Mei 2026 17:45 WIB
Suasana cuaca panas di Stadion bayuangga kota Probolinggo. (Foto: Ide Farid/jatimnow.com)
Suasana cuaca panas di Stadion bayuangga kota Probolinggo. (Foto: Ide Farid/jatimnow.com)

jatimnow.com - Wilayah Probolinggo diperkirakan masih akan kembali menghadapi cuaca panas dan lembap seperti yang terjadi pada Kamis (14/5/2026). Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara sejak pagi hari terpantau sudah mencapai 31°C dalam kondisi berawan. 

Namun, akibat tingginya kelembapan udara, suhu yang dirasakan oleh masyarakat justru menyentuh 33°C. Pada siang hari, cuaca menunjukkan suhu udara berpotensi terus meningkat hingga mencapai 33°C. 

Baca Juga: PMI Surabaya Latih Relawan Antisipasi Hantavirus dan Wabah

Meski peluang hujan relatif rendah, potensi hujan ringan secara tiba-tiba masih dapat terjadi pada siang hingga sore hari. Fenomena ini menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca ekstrem kini semakin sering melanda wilayah Probolinggo.

Selain itu, fenomena panas berlebihan yang beberapa hari terakhir terjadi di Kota Semarang juga perlu menjadi perhatian bersama. 

Cuaca terik yang disertai kelembapan tinggi dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan panas, hingga gangguan kesehatan serius bagi kelompok rentan.

Menanggapi situasi ini, Sekretaris BPBD Kota Probolinggo, Dedy Ristantama menjelaskan bahwa musim kemarau yang berlangsung lama dapat memicu kekeringan dengan berbagai dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat.

"Musim kemarau yang panjang ini berpotensi memicu krisis air bersih karena penurunan debit sumur dan sungai. Selain itu, lahan pertanian bisa mengering hingga gagal panen, dan risiko kebakaran hutan atau lahan menjadi sangat tinggi," ujarnya.

Baca Juga: Bulog Kediri Siap Hadapi El Nino, Stok Beras Aman hingga 14 Bulan ke Depan

Dedy menambahkan bahwa dampak ini tidak hanya merusak lingkungan seperti tanah retak dan tandus, tetapi juga mengancam produktivitas ekonomi, memicu kelangkaan pangan, serta mengganggu aktivitas harian warga. 

Dari sektor kesehatan, suhu ekstrem ini rentan menyebabkan dehidrasi, penyakit kulit, hingga gangguan pernapasan akibat paparan debu dan asap kebakaran.

Oleh karena itu, pihak BPBD mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat Probolinggo mulai melakukan langkah-langkah antisipasi secara mandiri sejak dini.

"Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat dan mulai menyimpan cadangan air bersih. Tolong jangan pernah membakar sampah atau lahan dalam kondisi kering seperti ini karena sangat berbahaya," tegas Dedy.

Baca Juga: Pemkab Lamongan Matangkan Skema Hadapi Kemarau Panjang 2026

Ia juga menyarankan masyarakat untuk menggalakkan penanaman pohon demi menjaga cadangan air tanah, serta selalu memantau informasi cuaca resmi dari BPBD dan BMKG. 

Warga diminta tidak ragu untuk segera melapor ke perangkat kelurahan setempat atau menghubungi Call Center 112 jika menghadapi kesulitan air bersih atau melihat adanya titik api. 

Dedy juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh dan mengurangi aktivitas berlebihan di bawah terik matahari pada siang hari.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.