Sabtu, 20 Jun 2026 13:29 WIB

Preman Mabuk Ngaku Polisi yang Bikin Onar Disebut Idap Gangguan Jiwa

  • Penulis : Moch Rois
  • | Sabtu, 02 Jan 2021 11:19 WIB
Polisi mediasi korban dengan keluarga pembacok
Polisi mediasi korban dengan keluarga pembacok

jatimnow.com - Pemuda mabuk yang mengaku sebagai polisi dan membuat onar di Dusun Karanganyar, Desa Dandanggendis, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan ternyata orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Kapolsek Nguling Polres Pasuruan, AKP Zudianto mengatakan keputusan menetapkan M. Nasichudin (25) yang jadi korban pembacokan itu adalah orang stres itu sesuai dengan keterangan keluarga dan saksi.

Baca Juga: Pedagang Ayam di Malang Tega Bacok Teman, Ini Motifnya

"Setelah dilakukan penyidikan terhadap korban pembacokan M. Nasichudin (25) usai dirawat di RSUD Grati, kemudian dicocokkan dengan keterangan saksi dan keluarga korban dan disimpulkan jika korban ini orang stres," jelas AKP Zudianto. Sabtu (2/1/2021).

Baca juga: Ngaku Polisi dan Bikin Onar, Preman Mabuk Tersungkur di Tangan Warga

Ia mengungkapkan jika Nasichudin berbicara ngelantur saat disidik tim penyidik Polsek Nguling. Nasichudin mengungkapkan jika saat berbuat onar sambil mabuk karena dirinya dirasuki oleh dua makhluk halus.

"Pengakuan yang bersangkutan (Nasichudin), ia dimasuki dua makhluk jin saat membuat onar. Dan ternyata, pihak keluarganya mengatakan jika sudah 3 kali ini Naschudin berbuat onar seperti itu," ungkapnya.

Baca Juga: Satpol PP Tutup Outlet 23 HWG di Kota Kediri, Tak Punya Izin Jual Minuman Keras

Meskipun Nasichudin jadi korban pembacokan oleh Asdinoto, keluarga mengakui pemicu terjadian kasus pembacokan ini adalah korban sendiri. Keluarga Nasichudin pun meminta agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan dengan keluarga Asdinoto yang membacok korban dengan pedang.

"Pihak keluarga mengakui, jika Nasichudin banyak salah. Mulai ngaku anggota Polda, mabuk bawa anggur merah, merusak pintu rumah dan motor warga, serta mukul dengan botol miras anaknya Asdinoto yang namanya Robi," lanjutnya.

Setelah penyelesaian kasus oleh kedua pihak keluarga itu dimediasi oleh Polsek Nguling, Nasichudin kemudian dikirim oleh pihak keluarganya ke RSJ Porong, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Baca Juga: Polisi Belajar Baik, Alasan IPDA Purnomo Pilih ODGJ yang Tak Bisa Berterima Kasih

Diberitakan sebelumnya, Asdinoto yang melihat anaknya bernama Robi dipukul botol miras oleh Nasichudin yang mabuk hingga tersungkur, membuatnya kalap.

Ia lantas mengambil pedang lalu menyabetkannya ke pinggang kiri Nasichudin serta menghajarnya hingga tersungkur dan tidak sadarkan diri di depan rumah Asdinito. Warga kemudian membawa Nasichudin ke RSUD Grati.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.