Minggu, 14 Jun 2026 10:24 WIB

Badai 'Sapon' Bikin Petani Keramba Ikan di Danau Ranu Merugi

  • Penulis : Moch Rois
  • | Sabtu, 12 Des 2020 11:44 WIB
Danau Ranu Desa Ranuklindungan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan
Danau Ranu Desa Ranuklindungan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan

jatimnow.com - Badai sapon yang melanda Danau Vulkasin Ranu, Desa Ranuklindungan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, membuat sekitar 300 petani keramba ikan merugi ratusan juta rupiah.

"Iya benar, sekitar 300 petani keramba ikan ini merugi ratusan juta akibat sapon ini. Sampai ada yang stres ngadu ke saya," jelas Kepala Desa Randuklindungan, Yuslimu, Sabtu (12/12/2020).

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Yuslimu menerangkan, musibah ini adalah fenomena musiman. Saat badai angin sapon menerpa, angin kencang yang berhumbus membuat suhu air sangat dingin sehingga membuat ikan mati. Badai angin tersebut tanpa disertai hujan.

"Istilah sapon ini penamaan masyarakat sini. Jadi saat sapon ini datang, angin berhembus sangat kencang membuat suhu air menjadi dingin. Pas tidak ada hujan. Mungkin itu penyebab ikan mati," terangnya.

Baca Juga: PMI Surabaya Latih Relawan Antisipasi Hantavirus dan Wabah

Terpaan badai sapon ini juga membuat gelombang ombak besar di danau vulkasin tersebut. Sehingga ikan yang sekarat dan yang mati tersapu keluar dari keramba.

"Saat ikan keluar dari keramba itu, pemilik pun hanya bisa pasrah dan tidak memungutinya lagi. Sehingga masyarat ramai-ramai menyapu ikan yang sekarat atau yang baru mati itu dengan jaring. Lha itu istilahnya sapon," bebernya.

Baca Juga: Cuaca Probolinggo Panas dan Lembap, BPBD Ingatkan Dampak Kemarau Panjang

Selama Tahun 2020 ini, badai sapon tercatat sudah dua kali menerpa, yaitu bulan Agustus 2020 dan Desember saat ini. Adapun jenis ikan-ikan milik petani keramba ikan yang mati di antaranya ikan nila, patin, gurami.

Ikan endemik di Indonesia yang hanya hidup di danau vulkanis ranu bernama ikan lempuk pun ikut sekarat akibat sapon ini.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.