Jumat, 12 Jun 2026 12:02 WIB

Pandemi Covid-19

Sampaikan Pengantar RAPBD 2021, Bupati Anas Ajak Kuatkan Langkah

jatimnow.com - Setelah Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) disepakati bersama, Bupati Abdullah Azwar Anas menyampaikan nota pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) 2021.

Penyampaian nota pengantar R-APBD 2021 tersebut disampaikan Anas melalui rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Anas hadir dalam forum rapat paripurna virtual tersebut melalui sambungan video conference dari pendapa Sabha Swagata Blambangan.

Anas mengatakan, di akhir masa jabatannya dia mengajak masyarakat untuk tetap menguatkan langkah, melakukan akselerasi seiring meningkatnya harapan serta berdoa bersama agar Pandemi Covid-19 segera berakhir.

"Sehingga kita dapat bersama-sama bangkit untuk melakukan pemulihan ekonomi kembali," ajaknya dalam siaran pers yang diterima redaksi, Senin (23/11/2020).

Anas menuturkan, menyongsong tahun 2021, Pemkab Banyuwangi akan berfokus pada upaya pemulihan ekonomi serta penyusunan kebijakan pemerintahan dan pembangunan daerah dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia secara optimal, efisien, efektif dan akuntabel.

"Tujuan akhirnya untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat secara berkelanjutan," kata dia.

Lebih jauh dikatakan, pemkab menetapkan tema pembangunan tahun 2021 'Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Sosial Melalui Kebangkitan Pertanian, Pariwisata dan Penguatan SDM'. Tema ini lantas diterjemahkan dalam tujuh prioritas pembangunan daerah.

Prioritas pertama adalah stabisilisasi perekonomian usaha menengah ke bawah yang terdampak Covid-19.

Kedua, memangkas rantai perijinan investasi yang rumit. Ketiga, revitalisasi dan peningkatan nilai tambah sektor manufaktur. Sedangkan prioritas keempat menggairahkan kembali pariwisata prioritas.

Selanjutnya, group of enterprise dengan nilai tambah tinggi di sektor pertanian dan perikanan menjadi prioritas kelima.

Sedangkan prioritas keenam dan ketujuh yakni melanjutkan pembangunan infrastruktur yang berhimpitan dengan prioritas nasional dan provinsi, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Di sisi lain, imbuh Anas, meskipun urusan terkait pendidikan dan kesehatan tidak disebutkan secara langsung dalam tema pembangunan tahun 2021, isu pada kedua urusan tersebut tetap menjadi prioritas daerah karena sudah masuk pada prioritas yang wajib dengan sendirinya.

"Terutama pada masa pandemi Covid-19 sekarang ini dan juga untuk tetap memperhitungkan penyediaan Jaring Pengaman Sosial/social safety net," ujarnya.

Sementara itu, Anas menuturkan bahwa proyeksi indikator makro pemkab harus betul-betul dikalkulasi dengan cermat.

Dia mengatakan, titik rendah pertumbuhan ekonomi Banyuwangi tahun diproyeksikan sebesar 4,3 persen, dan titik moderat pertumbuhan ekonomi 5,4 persen.

Anas lantas membeber proyeksi pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah tahun depan. Pendapatan daerah pada tahun anggaran 2021 direncanakan sebesar Rp 2,786 Triliun.

Pendapatan daerah tersebut bersumberdari pendapatan asli daerah (PAD) yang direncanakan sebesar Rp 562,741 Miliar, pendapatan transfer direncanakan sebesar Rp 2,089 Triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 133,969 Miliar.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Sedangkan komposisi belanja daerah dalam R-APBD tahun 2021 sebesar Rp 2,881 Triliun.

"Kebijakan umum belanja daerah pada tahun 2021 diarahkan terutama sebagai upaya antisipatif terhadap dinamika situasi yang difokuskan antara lain untuk pemulihan ekonomi, peningkatan efisiensi, dan efektivitas pelaksanaan program kegiatan prioritas pembangunan daerah di tengah keterbatasan fiskal daerah," kata Anas.

Selanjutnya, Anas menyampaikan proyeksi pembiayaan daerah. Penerimaan pembiayaan daerah tahun depan direncanakan sebesar Rp 99,75 Miliar yang berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) 2020. Sedangkan pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp 4,4 Miliar.

"Pengeluaran pembiayaan daerah tersebut merupakan penyertaan modal daerah pada Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi dalam program hibah air minum berbasis kinerja (AMBK)," pungkas Anas.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.