Minggu, 21 Jun 2026 08:24 WIB

Suku Osing di Banyuwangi Terbangkan Layang-layang Sakral Saat Pagebluk

Tokoh ada Suku Osing, Sanusi
Tokoh ada Suku Osing, Sanusi

jatimnow.com - Warga Suku Osing di Banyuwangi hingga kini masih menjaga dan melestarikan warisan leluhur mereka. Salah satunya adalah layang-layang yang disakralkan untuk memberikan tanda.

Dua jenis layang-layang yang disakralkan itu berbentuk menyerupai binatang yaitu ular weling dan ikan pari.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Layang-layang berbentuk ular weling dan ikan pari itu awalnya dibuat tidak menggunakan kertas, melainkan dari daun tanaman gadung (umbi-umbian).

Salah satu tokoh adat Suku Osing, Sanusi (65) yang tinggal di Dusun Kampung Baru, Desa Glagah Kecamatan Glagah, mengatakan layang-layang yang disakralkan oleh warga pertama kali diterbangkan pada Tahun 1778.

"Layang-layang itu pertama kali diterbangkan pada Tahun 1778," jelasnya, Jumat (20/11/2020).

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Menurutnya, kedua layang itu tidak setiap saat diterbangkan. Hanya kondisi saat ada wabah atau pagebluk saja layang-layang itu diterbangkan. Tanda adanya penyakit itu bisa wabah menyerang manusia atau pun tanaman.

Jika layang-layang yang berbentuk ular weling diterbangkan, maka wilayah tersebut terdapat wabah seperti hama tikus atau pun serangga yang menyerang tanaman.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

"Sebaliknya jika layang-layang yang berbentuk ikan pari diterbangkan, maka di kawasan itu terdapat wabah penyakit atau pagebluk yang menyerang manusia," tandasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.