Senin, 15 Jun 2026 21:11 WIB

Pemilik Pohon Kurma yang Berbuah Lebat di Pasuruan Dikenal Dermawan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 19 Nov 2020 19:32 WIB
Pohon kurma di Pasuruan yang berbuah lebat
Pohon kurma di Pasuruan yang berbuah lebat

jatimnow.com - Pemilik pohon kurma yang berbuah lebat di halaman rumahnya di Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, dikenal sebagai sosok yang dermawan.

Meskipun buah kurma muda di pasaran terbilang mahal dengan rata-rata harga Rp 140 ribu per kilogram, Jakfar (43) dan Siti Munawaroh (36) tidak memperjualbelikan buah kurmanya. Padahal tingkat ekonomi keluarga ini hanya rata-rata.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Baca juga: Masya Allah, Pohon Kurma di Pasuruan ini Berbuah Lebat

Dengan rumah yang sangat sederhana dengan lantai ubin yang tampak pecah di bagian teras rumahnya, ia memberikan buah kurma secara cuma-cuma kepada setiap orang yang membutuhkan dan tidak memanfaatkannya sebagai peluang ekonomi.

"Kalau ada orang beli buat obat, jamu atau mencari kesembuhan, tak suruh ngambil. Kalau ngasih uang tak suruh bawa kembali uangnya. Saya gak niat jual. Terus saya bilangnya, saya ngasih uang tidak bisa, bisanya cuman ngasih kurma," kata Jakfar, Kamis (19/11/2020).

Ia menceritakan, sebelumnya teman sejawat ataupun saudara terkadang mengenalkan orang yang berminat membeli pohon tersebut.

"Sekitar ada 4 orang lebih yang datang kesini persisnya saya lupa, mereka datang menawar pohon kurma ini pas saat berbuah," ujar dia.

Menurutnya, penawar pertama saat itu datang dari tetangga saudaranya Siti Munawaroh. Jakfar tidak tahu persis tanggal dan bulannya. Ia mengingat itu terjadi Tahun 2014 silam.

Angka penawaran yang diajukan pembeli saat itu sekitar Rp 2,5 Juta.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

"Setelah menawar Rp. 2,5 Juta, berbulan-bulan gak ada kabar, saat saya tanyakan ke saudara saya, ternyata juragan yang akan membeli meninggal dunia," tuturnya.

Setelah itu, datang lagi beberapa orang silih berganti. Namun hasilnya sama, setelah menawar, mereka hilang tidak ada kabar.

"Penawaran terakhir yang datang itu sekitar 2 tahun yang lalu. Nawarnya Rp 1,5 juta, lebih murah. Karena saya sudah geregetan, saya iyakan saja. Pembeli itu juga menawarkan DP, tapi saya tolak. Asas kepercayaan saja. Ternyata sampai sekarang gak ada jeluntrungnya, hasilnya sama," ungkapnya.

Berkali-kali gagal transaksi penjualan, membuat Jakfar berpikir. Apakah Tuhan mentakdirkan pohon kurma yang berbuah ini tidak boleh dijual.

"Setelah beberapa kali ditawar orang tapi gagal, saya berpikir mungkin pohon ini tidak boleh dijual," selorohnya sambil tersenyum.

Baca Juga: Dua Kali Diteror Molotov, Warga Pasuruan Ajukan Perlindungan LPSK

Namun, bila saat ini ada seseorang yang ingin membelinya dengan harga mahal, ia pun tidak segan untuk melepasnya. Tapi, dengan catatan penawaran itu pas Jakfar tidak punya uang.

"Saya khawatir kalau pohon kurma ini semakin tinggi, kan mengganggu kabel jaringan listrik di atas. Bahaya. Seumpama ada yang beli pohon ini Rp 5 juta, pas saya butuh (uang), ya tak kasih," cetusnya penuh tawa.

Jakfar pun menuturkan jika dirinya sangat senang memiliki pohon kurma yang bisa berbuah di halaman rumahnya.

"Bisa jadi ikon rumah. Kawan saya yang jauh-jauh itu, tidak sulit jika mencari rumah saya. Tandanya ada pohon kurma, ditengah-tengahnya banyak kurungan burung perkutut," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.