Senin, 15 Jun 2026 20:09 WIB

Pilkada Banyuwangi 2020

Soal Kampanye Hitam, Rektor Untag Banyuwangi: Masyarakat Sudah Cerdas

Rektor Untag Banyuwangi, Andang Subaharianto
Rektor Untag Banyuwangi, Andang Subaharianto

jatimnow.com - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banyuwangi 2020 semakin dinamis. Sejumlah kampanye hitam (black campaign) mulai bermunculan.

Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi, Andang Subaharianto mengatakan, kampanye hitam sebenarnya malah kurang efektif digunakan untuk kepentingan politik.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Kampanye hitam kalau dipakai jualan sebenarnya tidak laku dan tidak strategis. Munculnya kampanye hitam bisa jadi juga karena ketidakpercayaan diri dalam berkompetisi secara sehat," ujar mantan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Jember (Unej) tersebut, Senin (16/11/2020).

Andang berharap, dengan mulai munculnya kampanye hitam, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banyuwangi yang memiliki kewenangan bisa menertibkan.

"Memang sudah seharusnya jangan pakai kampanye hitam. Apalagi masyarakat Banyuwangi sudah bisa melihat secara jernih dan rasional. Sudah bukan waktunya lagi menggunakan kampanye hitam," tambahnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Terpenting masyarakat Banyuwangi telah berpikir secara jernih dan obyektif, sehingga kampanye hitam tidak laku untuk dijual," tegas Andang.

Andang mencontohkan, spanduk-spanduk yang mendiskriminasi dan mendiskreditkan perempuan bisa disebut sebagai kampanye hitam. Namun kampanye hitam yang mendiskriminasi dan mendiskreditkan perempuan itu justru malah tidak efektif.

"Karena banyak perempuan yang menjadi pemimpin. Ada Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang baru saja datang ke Banyuwangi juga seorang perempuan," tambah Andang.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Perempuan lainnya di Jawa Timur yang menjadi pemimpin, sebut saja Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko; Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari; Bupati Jember Faida dan banyak pemimpin perempuan lainnya.

"Mantan Presiden Ibu Megawati juga perempuan. Menteri Keuangan Sri Mulyani telah mendampingi dua presiden, sehingga dengan fakta-fakta itu, telah menggugurkan tesis perempuan tidak bisa menjadi pemimpin. Sudah tidak musimnya lagi menempatkan perempuan hanya urusan domestik saja," tegas Andang.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.