Rabu, 17 Jun 2026 13:57 WIB

Polisi: Korban yang Tewas saat Serangan Bom Ikan adalah Salah Sasaran

  • Penulis : Moch Rois
  • | Senin, 16 Nov 2020 15:11 WIB
Korban tewas saat dirawat di rumah sakit
Korban tewas saat dirawat di rumah sakit

jatimnow.com - Unit Reskrim Polsek Kejayan Polres Pasuruan menemukan fakta baru jika Musleh (45), yang tewas setelah dilempar bom ikan yang dilakukan Saehu (40), dan Roji (18) anaknya karena salah sasaran.

"Jadi kedua tersangka ini sengaja menyerang korban Musleh yang meninggal dunia di RS. Setelah kita melakukan penyelidikan, ternyata kedua tersangka ini salah sasaran," jelas Kapolsek Kejayan, AKP Sugeng Prayitno, Senin (16/11/2020).

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Baca juga:  

Menurutnya, dari penyelidikan yang dilakukan polisi diketahui jika target penyerangan yang dilakukan kedua tersangka setelah melempari bondet rumah ini adalah Iksan (50), paman dari Munawaroh.

Saat itu, kedua tersangka mencari Munawaroh yang kabur. Saat berada di depan rumah Iksan, mereka langsung menyerang korban Musleh yang saat itu berjalan di lorong samping rumah.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

"Mereka mengira Musleh ini Iksan. Mulai postur tubuh dan cara berjalannya, memang kedua hampir mirip. Sehingga tersangka Saehu pun melemparkan bondet ke arah korban satu kali dan mengenai pantat korban," tuturnya.

Dari keterangan saksi, Saehu dendam dengan Iksan karena paman Munawaroh ini kerap membela ponakannya saat cekcok dengan pelaku.

"Pelaku dendam kepada Iksan karena selalu membela Munawaroh jika Saehul dan istrinya itu bertengkar," terang dia.

Baca Juga: Dua Kali Diteror Molotov, Warga Pasuruan Ajukan Perlindungan LPSK

Hingga kini, kedua pelaku masih buron.

"Kami menduga mereka kabur ke hutan yang tidak jauh dari desa. Mohon doanya agar tersangka ini cepat tertangkap," tukasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.