Jumat, 19 Jun 2026 07:51 WIB

Pandemi Covid-19

Jaring Kota Kreatif Gaungkan 'Bergegas Bergerak Bersama' di Banyuwangi

Bupati Anas di Rakornas Jenggirat Obah Bareng
Bupati Anas di Rakornas Jenggirat Obah Bareng

jatimnow.com - Jaringan lintas komunitas kreatif di lebih dari 230 kota menggelar rapat kerja nasional di Banyuwangi.

Mengangkat tema Jenggirat Obah Bareng, mereka membahas bagaimana bergegas bangkit dari situasi Pandemi Covid-19 dengan cara-cara kreatif.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Rakornas tersebut digelar selama dua hari, 5 - 6 November 2020, dan dibuka langsung oleh Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki lewat sambungan virtual.

Rakornas ICCN tersebut diikuti secara virtual oleh Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, dan anggota ICCN yang beranggotakan 231 kota/kabupaten.

Juga dihadiri secara langsung oleh 50 orang koordinator wilayah ICCN se Indonesia, Bupati Abdullah Azwar Anas hingga Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru.

Menkop dan UMKM Teten Masduki berharap agar rakornas yang digelar di Banyuwangi dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah dan insan ekonomi kreatif di berbagai daerah.

"Saat ini perekonomian nasional mayoritas disokong oleh UMKM yang jumlahnya mencapai 90 persen dimana di dalamnya juga berisi para insan kreatif. Di tengah ekonomi dunia yang lesu, Presiden berharap UMKM jadi penyangga ekonomi nasional. Semoga rakornas ini menghasilkan kontribusi positif bagi dunia kreatif UMKM," ujar Teten dalam siaran pers yang diterima redaksi, Jumat (6/11/2020).

Ia berharap agar forum ini bisa menjadi forum sharing dan penguat jejaring antar pelaku kreatif, khususnya di tengah situasi pandemi yang sulit ini.

Teten pun menyampaikan apresiasi kepada Banyuwangi sebagai tuan rumah penyelenggaraan rakornas ICCN.

Teten mengatakan Banyuwangi merupakan daerah yang memiliki banyak potensi hingga inovasi yang bisa menjadi inspirasi bagi tumbuhnya keratifitas di berbagai daerah.

"Saya baru beberapa waktu lalu kembali dari Banyuwangi. Daerah ini sangat tepat untuk menjadi inspirasi dengan berbagai kreatifitas dan inovasi yang dilakukannya," ujar Teten.

Sementara itu Ketua Umum ICCN Fiki Satari mengatakan pada rakornas kali ini, seluruh simpul kreatif nasional hadir di Banyuwangi. Mulai perwakilan dari wilayah Sumatera hingga Papua.

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

"Kalau diistilahkan, ini adalah bagian dari jihad kita untuk negeri, terbang ke Banyuwangi dengan protokol kesehatan yang ketat untuk bersama. Maka kita pastikan seluruh diskusi, diskursus dan perdebatan seru adalah bagian dari kontribusi kita untuk negeri," ujar Fiki.

Fiki mengatakan untuk menjadikan Indonesia kreatif harus dimulai dari kota/kabupatennya. Sebagai daerah yang berlimpah kreativitas dan inovasi, Banyuwangi sendiri diharapkan menjadi salah satu sumber inspirasi.

Termasuk juga dari model leadership yang mampu membangkitkan inisiatif-inisiatif inovasi tersebut bahkan di masa pandemi seperti sekarang.

"Kita ingin menyampaikan pada jejaring ICCN semangat optimisme melalui sinergi dan kolaborasi seperti yang terjadi di Banyuwangi. Bahwa meski di tengah pandemi, kita tetap bisa berprestasi melalui kreativitas dan inovasi. Kita harus Bergegas Bergerak Bersama, dalam bahasa Banyuwangi Jenggirat Obah Bareng,” ujar Fiki.

Sementara itu Bupati Abdullah Azwar Anas menyampaikan jika Banyuwangi berterima kasih dan merasa bangga menjadi tuan rumah kegiatan para insan kreatif tanah air.

Anas berharap rakornas yang digelar tersebut bisa memunculkan ide dan gagasan bagi pengembangan dunia kreatif nasional.

Baca Juga: Gerai UMKM Segera Dibangun di Kawasan Gereja Merah Probolinggo

"Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan pada kami. Semoga rakornas ini menghasilkan yang terbaik dan organisasi dan dunia kreatif Indonesia," ujar Anas.

Ia menambahkan, kreativitas dan inovasi Banyuwangi awalnya berangkat dari keinginan untuk mengoptimalkan pembangunan daerah di tengah segala keterbatasan. Dia menanamkan 'virus kreatif' dan semangat inovator kepada seluruh stakeholder.

Ternyata dengan kreativitas dan inovasi secara berkelanjutan, akhirnya menghasilkan tidak hanya pembangunan yang melampaui target tapi juga prestasi yang membanggakan bagi daerah.

"Di saat pandemi pun, kami menganggap ini sebagai tantangan yang harus kami pecahkan bareng. Kami berupaya bangkit dengan melakukan sinergi dan protokol baru di banyak hal. Covid bagaikan pitstop di kompetisi balap. Kalau kita cepat melakukan penyesuaian dan akselerasi maka kita bisa cepat dan jadi pemenang," pungkas Anas.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.