Sabtu, 13 Jun 2026 10:43 WIB

Tekan Penyebaran Covid-19, Banyuwangi Galakkan Posbindu PTM

Posbindu PTM di Banyuwangi diaktifkan lagi untuk menekan penyebaran Covid-19
Posbindu PTM di Banyuwangi diaktifkan lagi untuk menekan penyebaran Covid-19

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus melakukan upaya menekan penyebaran Covid-19. Salah satunya memperhatian kesehatan pada kelompok rentan, yaitu para lanjut usia dan orang-orang dengan penyakit penyerta (komorbid).

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. Widji Lestariono menjelaskan bahwa salah satu cara menekan angka kematian akibat Covid-19 di daerahnya dimulai dengan pendataan pada kelompok usia rentan dan warga yang memiliki penyakit bawaan.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Menurut dr Rio-sapaan akrabnya, sekitar 83 persen kasus kematian akibat Covid-19 di Banyuwangi adalah orang-orang dengan penyakit komorbid dan lanjut usia.

"Beberapa penyakit bawaan yang kerap ditemui dalam kasus kematian pasien positif Covid-19 adalah, hipertensi, diabetes, ginjal hingga jantung. Oleh karena itu, kami mengimbau untuk mewaspadai penularan terhadap kelompok rentan yang terdiri dari lansia dan penderita penyakit bawaan," ujar Rio.

Untuk menekan risiko pada kelompok rentan, Pemkab Banyuwangi akan melakukan pendataan dengan melibatkan aparat kecamatan dan desa serta petugas puskesmas.

"Kepala desa dan camat akan mencatat siapa saja warganya yang usianya di atas 50 tahun serta yang punya penyakit bawaan seperti hipertensi, diabetes, jantung, asma, kanker dan gagal ginjal. Dari data itu, nanti puskesmas yang akan melakukan treatment kepada mereka," papar Rio.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Soroti Adanya Kepala Puskesmas yang Rangkap Jabatan

Upaya lain untuk menekan risiko kematian pada kelompok rentan yaitu dengan mengaktifkan kembali program Posbindu PTM (Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) yang sempat tidak beroperasi selama pandemi.

Posbindu PTM kali ini akan difokuskan pada penanganan usia rentan dan yang punya penyakit bawaan.

"Sekarang Posbindu PTM kembali diaktifkan dengan sejumlah modifikasi. Dahulu, Posbindu PTM hanya untuk pemantauan kesehatan. Namun kini kami arahkan untuk penanganan penyakit. Sehingga warga tidak hanya diperiksa, tapi juga langsung diberi pengobatan secara gratis," ungkap Rio.

Baca Juga: Kasus DBD di Lamongan Turun Drastis Dibanding Tahun Lalu

Dalam Posbindu PTM, warga biasanya diminta tes gula darah, tekanan darah hingga kolesterol. Warga yang memiliki masalah kesehatan akan mendapat rujukan untuk berobat ke puskesmas.

"Khusus selama pandemi ini, Posbindu PTM langsung memberikan pengobatan sebagai langkah pengendalian penyakit yang dapat meningkatkan risiko kematian saat tertular Covid-19," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.