Selasa, 16 Jun 2026 04:54 WIB

Bercanda Bom di Bandara, Oknum DPRD Banyuwangi Mengaku Tak Tahu Aturan

  • Penulis :
  • | Kamis, 24 Mei 2018 08:08 WIB
Ketua DPC Gerindra Banyuwangi Naufal Badri (kiri)  dan Ketua DPC Hanura Banyuwangi Basuki Rachmat di Mapolres/ foto: Hafiluddin A
Ketua DPC Gerindra Banyuwangi Naufal Badri (kiri) dan Ketua DPC Hanura Banyuwangi Basuki Rachmat di Mapolres/ foto: Hafiluddin A

jatimnow.com - Oknum anggota DPRD Banyuwangi yang diamankan polisi lantaran bercanda soal bom di bandara, mengaku tidak mengetahui jika selama ini ada aturan Undang-Undang tentang penerbangan.

Sebab, meski berstatus sebagai wakil rakyat yang terhormat, mereka berdua beralasan jika tidak tahu UU nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan telah disahkan oleh DPR RI.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Baca juga: Mengaku Bawa Bom, 2 Oknum Anggota DPRD Diamankan di Bandara Banyuwangi

Anggota DPRD yang juga Ketua DPC Gerindra Banyuwangi Naufal Badri dan Ketua DPC Hanura Banyuwangi Basuki Rachmat menyatakan tidak bermaksud meresahkan masyarakat, khususnya di kawasan bandara apalagi terkait bom atau bahan peledak. Meskipun hanya sebatas candaan.

"Saya mohon maaf atas kekhilafan saya. Pembicaraan itu (bom dan bahan peledak di bandara, red) tidak disengaja," ucap Naufal, Rabu (23/5/2018) malam.

Baca juga: Oknum DPRD Bercanda Soal Bom itu Ketua Hanura dan Gerindra Banyuwangi

Demikian halnya dengan ketua DPC Hanura Banyuwangi, Basuki Rachmat yang menyatakan dengan statemen yang nyaris sama. Baru menyadari bahwa UU nomor 1 tentang penerbangan telah disahkan.

"Belum tahu saya, ternyata ada UU berbunyi entah itu disengaja atau tidak disengaja ngomong bahan peledak (di bandara, red) itu tidak boleh," ujarnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Atas kejadian itu, dirinya juga mengaku telah meminta maaf kepada pihak bandara Banyuwangi dan juga masyarakat. Karena akibat guyonan mereka itu pesawat Garuda Indonesia GA 265 dengan Jakarta delay sekitar 30 menit.

"Kita minta maaf tidak akan mengulangi. Jadi sudah clear. Tadi juga sudah menandatangani surat pernyataan yang menyatakan tidak akan mengulangi hal semacam itu lagi," kata Basuki.

Sebelumnya, dua oknum anggota DPRD Banyuwangi diamankan keamanan bandara Banyuwangi, lantaran mengaku membawa bahan bom.

Sempat ada ketegangan saat kedua oknum tersebut menolak untuk diturunkan dari pesawat yang hendak menuju Jakarta itu.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Reporter: Hafiluddin Ahmad

Editor: Erwin Yohanes

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.