Selasa, 16 Jun 2026 23:55 WIB

Langka, Harga Janda Bolong di Pasuruan Mencapai Puluhan Juta Rupiah

  • Penulis : Moch Rois
  • | Sabtu, 03 Okt 2020 09:52 WIB
Petani janda bolong di Pasuruan
Petani janda bolong di Pasuruan

jatimnow.com - Melejitnya harga janda bolong atau yang lebih dikenal dengan nama Monstera Adansonii Variegata membawa berkah tersendiri bagi petani di sentra perdagangan tanaman hias di Desa Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Harga tanaman hias janda bolong yang juga dianggap masyarakat Desa Ledug sebagai tanaman endemik yang hanya dapat dijumpat di desa mereka kini harganya melejit hingga puluhan juta rupiah. Sebelumnya, harga tanaman itu hanya dikisaran Rp 3 ribu per bunga.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Dulu harga janda bolong untuk bibit dengan tiga sampai lima daun harganya sekitar Rp 3 ribu, sekarang Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu, itu pun kecil. Tapi kalau janda bolong yang daunya berjumlah belasan, harganya Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu," terang salah satu petani dan pedagang di sentra outlet tanaman hias Desa Ledug jelas Nuriyanto (36), Sabtu (3/10/2020).

Terkait alasan kenapa harga janda bolong melambung hingga puluhan bahkan ratusan juta, Nuriyanto menjelaskan itu dikarenakan munculnya corak unik atau variegata (var) pada daunnya. Sedangkan corak alami itu tidak sembarangan muncul disetiap tanaman janda bolong.

"Kalau dulu janda bolong yang muncul variegatanya harganya seratus sampai dua ratus ribu rupiah. Kalau sekarang lihat karakter var-nya, kalau var-nya sedikit atau sembur, berkisar Rp 15 juta sampai Rp 20 juta. Tapi kalau varnya maksimal, ibaratnya separuh daun ini putih atau kuning, separuhnya lagi hijau, bisa sampai Rp 50 sampai Rp 80 juta," bebernya.

Melejitnya harga janda bolong pun berimbas petani bunga yang ketiban untung.

"Betul, viralnya tanaman janda bolong ini mengangkat ekonomi para pedagang tanaman hias di Ledug Prigen," akunya.

Diceritakan Nurianto, para kolektor tanaman hias ramai memburu janda bolong ini sudah sejak setahun yang lalu, karena dinilai hampir punah.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Hingga sampai saat ini, angka permintaan tanaman hias janda bolong pun tetap tinggi. Namun, faktor kelangkaan tanaman hias ini jadi kendala pedagang bunga.

"Permintaan tetep tinggi, beberapa minggu yang lalu, sehari itu bisa sampai seratus sampai dua ratus bunga janda bolong yang terjual. Tapi karena sekarang itu susah, barangnya langka, kita gak bisa ngomong ini sehari jual berapa. Yang jelas harganya tetap mahal," ungkapnya.

Senada, Wahyu Hidayat yang juga petani sekaligus pedagang tanaman hias Dusun Ledok, Desa Ledug, juga mengatakan jika memang janda bolong saat ini langka. Bahkan dirinya harus memulai pembibitan dari awal.

"Ini sudah laku semua janda bolongnya," kata Wahyu.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

Eksotisnya tanaman janda bolong dan keunikan bentuk daunnya yang bolong, menjadi alasan masyarakat untuk membeli. Tak hanya indah di tempatkan di taman terbuka, janda bolong juga sangat cocok dijadikan tanaman indor.

"Selain punya kelebihan di keunikan bentuk daun dan cocok dijadikan hiasan interior rumah. Yang membuat janda bolong endemik Ledug ini langka, karena tanaman hias di sini kalau sampai ke tangan konsumen tidak mudah mati. Petani bunga di Ledug ini tidak pakai obat. Alami. Jadi yang beli banyak, sampai langka," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.