Selasa, 16 Jun 2026 00:23 WIB

Mengenal Gus Jakfar, Manusia Penumpuk Batu di Banyuwangi

  • Penulis :
  • | Jumat, 02 Okt 2020 17:53 WIB
Batu-batu yang ditumpuk Gus Jakfar tanpa alat perekat
Batu-batu yang ditumpuk Gus Jakfar tanpa alat perekat

jatimnow.com - Meski tanpa alat perekat, Jakfar Ali berhasil menata bebatuan yang diletakkan di tepi Jalan Raya Tegaldelimo, Banyuwangi. Pria yang akrab dipanggil Gus Jakfar itu membutuhkan waktu sekitar 7 bulan untuk menata batu-batu tersebut.

Gus Jakfar mengaku, sebelum ditata bertingkat, dia memilih batu yang utuh dan tidak pecah. Juga harus halus dan bersih dari tanah. Kemudian ia mulai menata batu minimal 7 batu.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Saya memilih waktu malam hari agar tenang. Karena menumpuk batu tanpa alat perekat hanya butuh kesabaran dan ketenangan hati. Tidak ada doa kusus untuk itu," terang Gus Jakfar ditemui di rumahnya di Dusun Sumbermulyo, Desa/Kecamatan Tegaldlimo, Jumat (2/10/2020).

Batu yang ditumpuk Gus Jakfar di pinggir jalan itu, sampai saat ini sudah sepanjang 1,5 kilometer. Semua batu bertumpuk itu tidak ada satu pun yang roboh walau pun tiap hari terjadi getaran akibat kendaraan yang melintas.

Gus Jakfar, menusia penumpuk batu di BanyuwangiGus Jakfar, menusia penumpuk batu di Banyuwangi

"Batu yang saya tumpuk itu seperti gambaran manusia hidup, tidak pernah sama selalu berbeda-beda," tambah Gus Jakpar.

Menurutnya, batu-batu itu mempunyai energi dan bahkan bisa untuk terapi menyembuhkan penyakit. Batu itu dikumpulkan Gus Jakfar, dari sekitaran rumahnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Batu itu batu biasa yang saya pilih. Saya dapat dari sungai dan sekitaran rumah saya," terangnya.

Di antara batu-batu yang ditumpuk dan dijajar di tepi jalan, ada 5 batu yang ditutup kain warna biru dan putih. Menurut Gus Jakfar, jika dilihat dengan mata telanjang, 5 batu itu tidak tampak.

Sementara warga setempat Agus (45), mendukung kegiatan Gus Jakfar yang dianggapnya unik.

"Unik saja mas. Sejak keberadaan batu tumpuk itu banyak warga dan pengguna jalan berfoto di situ," ungkap Agus.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

 

Reporter: Rony Subhan

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.