Kamis, 11 Jun 2026 16:00 WIB

Kisah Sukses ASN di Ponorogo Budidaya Ikan Koi

Rio Yustan, ASN Pemkab Ponorogo yang menekuni budiaya ikan koi
Rio Yustan, ASN Pemkab Ponorogo yang menekuni budiaya ikan koi

jatimnow.com - Budidaya ikan koi yang ditekuni Rio Yustan, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Ponorogo sejak Tahun 2017, kini membuahkan hasil manis.

Rio mengaku awalnya hanya sekedar hobi. Dia sudah mengenal ikan koi sejak dirinya duduk di bangku SMP. Namun dia mulai konsisten memulai budidaya pada Tahun 2017.

Baca Juga: Jadwal WFH ASN Pemprov Diubah Jumat, Apa Kabar Pelayanan Publik?

"Kenapa saya bilang konsisten. Karena sejak saya SMP koi tidak pernah ada matinya. Kalau dulu cuma memelihara, sekarang budidaya dan menjual," ujar Rio, Jumat (2/10/2020).

Di awal budidaya, Rio mengeluarkan modal awal Rp 25 juta. Dari jumlah itu, Rp 7 juta untuk belanja 300 ekor bibit koi jenis kohaku, sanke dan showa. Sedangkan Rp 18 juta untuk membangun kolam, membeli filter, erator dan obat-obatan hingga pakan untuk untuk tiga bulan.

Pria berusia 39 tahun ini menambahkan, merawat koi memang agak susah dibandingkan ikan lain. Saat memulai bisnisnya itu, dari 300 bibit ikan yang dibelinya, 250 ekor di antaranya mati.

"Saat itu cari obat-obatan ikan di Ponorogo sulit dan harus mencari dari luar kota," tambahnya.

Agar usahanya semakin mantap, Rio juga belajar secara otodidak dari internet. Dari situ, pria tiga orang anak ini tahu jika kunci dalam budidaya koi adalah memelihara air agar tetap jernih.

Budidaya ikan koi yang ditekuni Rio Yustan, ASN Pemkab PonorogoBudidaya ikan koi yang ditekuni Rio Yustan, ASN Pemkab Ponorogo

"Menjaga PH air ada di poin 7-8 dan amoniak di angka nol. Ini berbeda dengan budidaya ikan lain seperti lele gurame yang cukup menjaga asupan makanan," ungkap Rio.

Menurutnya, pada budidaya koi, harus merawat airnya nantinya air tersebut yang akan merawat ikan. Untuk itu peran filter air dan erator sangat penting.

"Jika air terawat, maka warna dan corak ikan akan semakin terang sehingga membuat nilai jual ikan semakin tinggi," paparnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Rio menyebut jika sudah masuk masa pancaroba, pembudidaya ikan koi harus lebih hati-hati, karena koi rentan terserang penyakit. Karena suhu air yang fluktuatif.

Saat masa pancaroba, ikan koi hendaknya diberi makan seminggu dua kali. Sebab saat pergantian musim tersebut, pencernaan ikan tidak bagus sehingga akan rentan sakit kalau terlalu banyak pakan yang diberikan.

"Nanti kalau sudah mahir dalam merawat corak warna dan membesarkan ikan, saya sarankan pembudidaya untuk menjajal pembenihan ikan koi," ungkapnya.

Menurutnya, permintaan benih ikan koi melalui media sosial cukup tinggi.

"Dalam pembenihan dibutuhkan tiga indukan ikan, dua jantan dan satu betina yang dimasukkan dalam satu kolam," bebernya.

Baca Juga: Jerit Istri Sah Oknum ASN BPKAD Jatim, Terbukti Berzina Tapi Belum Ditahan

Ukuran indukan juga harus sama, yaitu minimal 60 sentimeter agar mendapatkan benih yang besar.

"Media yang saya pakai untuk pembenihan di dalam kolam adalah ijuk sapu, tali rafia atau kayu apu. Media tersebut berfungsi sebagai tempat menyimpan telur," jelasnya.

Ikan koi bisa memproduksi 4000 telur sekali bertelur. Namun biasanya yang menetas hanya sekitar 2000 telur. Saat benih mulai membesar, benih harus dipilah berdasarkan ukuran. Hal ini untuk menghindari kanibalisasi antar benih.

"Kalau selisih ukurannya terlalu besar, bisa saja saling memakan," ucapnya.

Rio mengaku, selama Pandemi Covid-19 ini, dia bisa mendapatkan penghasilan sampingan Rp 3 juta per bulan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.