Senin, 08 Jun 2026 06:39 WIB

Kisah Dua Bocah SD Penjual Es Blewah di Pasuruan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 01 Okt 2020 13:23 WIB
Ibrahim dan Rizki saat berjualan es blewah (Foto-foto: Moch Rois/jatimnow.com)
Ibrahim dan Rizki saat berjualan es blewah (Foto-foto: Moch Rois/jatimnow.com)

jatimnow.com - Demi membantu kebutuhan ekonomi orangtuanya yang terpuruk terdampak Pandemi Covid-19, dua bocah kelas 6 SD di Kabupaten Pasuruan rela berjualan es blewah di pinggir jalan.

Lapak kedua bocah itu berada di tepi Jalan Raya Pandaan-Beji, Dusun Wangi, Desa Sumberrejo, Kecamatan Pandaan. Kedua bocah laki-laki itu tampak ceria saat menjajakan es blewah dagangannya.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Dua bocah yang bersaudara itu mengaku bernama Ibrahim dan Rizki. Rumah meraka berada di Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Jarak rumah mereka dari lapak cukup dekat sekitar 200 meter.

"Harganya satu bungkus dua ribu rupiah. Bukanya mulai jam 8 pagi sampai jam 5 sore," kata Ibrahim dan Rizki saat ditemui jatimnow.com, Kamis (1/10/2020).

Lapak mereka berada di kawasan yang cukup rindang karena berada di bawah pohon. Angin juga cukup sejuk lantaran tempat itu berada di antara hamparan persawahan. Sehingga banyak orang melepas lelah di tengah perjalanan sambil menikmati segarnya es blewah.

"Memang saya kebetulan lewat, esnya seger, sepertinya gula asli. Lokasinya juga enak. Ini sekalian juga saya beli 50 bungkus untuk dibagi-bagikan," ungkap Dina, pemotor asal Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Ibrahim dan Rizki saat berjualan es blewahIbrahim dan Rizki saat berjualan es blewah

Ditambahkan Ibrahim, lapak es blewah milik bapak dan ibunya itu baru buka tiga minggu lalu. Mereka begitu semangat berjualan es blewah. Sebab uang hasil jualannya dipakai untuk membayar biaya pendidikan mereka.

"Ini uangnya sebagian untuk bayar sekolah kami," ungakapnya.

Selama berjualan sehari, kadang mereka mendapat omzet Rp 200 hingga 290 ribu. Meski banyak pembeli, mereka mengaku tidak pernah absen mengerjakan tugas dari guru mereka.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

"Ngerjakan tugas online-nya di sini dibantu ibu," tegasnya.

Ibrahim mengaku bila saat pagi hari, bapaknya yang bernama Suparno (55) dan ibunya yang bernama Tiami (50) melakukan pekerjaan rumah, mulai dari memasak, bersih-bersih rumah hingga mengasuh adik perempuan mereka yang masih kecil.

"Ibu ya jualan di sini (julan es blewah dengan mereka). Kalau bapak kerja di pabrik kayu di Lamongan. Tapi lama sudah libur, gak kerja. Karena ada Covid-19," paparnya.

Sementara Suparno menambahkan, dua anaknya itu sengaja dilatik untuk bisa hidup mandiri sejak dini.

"Inginnya kami, karena keluarga pas-pasan, kami ingin anak-anak bisa dibelajari mandiri. Untuk belajarnya dibantu mamanya," ungkap Suparno.

Baca Juga: Dua Kali Diteror Molotov, Warga Pasuruan Ajukan Perlindungan LPSK

Suparno membenarkan jika sebelumnya ia bekerja di pabrik kayu di Kabupaten Lamongan. Namun saat ini ia dirumahkan akibat Pandemi Covid-19.

"Karena sekarang ini saya ngganggur, ya bantu-bantu istri di rumah dan bantu jualan anak di sini," tambahnya.

Kegigihan Ibrahim dan Rizki tidak hanya tampak pada saat keduanya berjualan. Sebab selain berjualan, mereka tetap mengerjakan setiap tugas sekolah, salat hingga mengaji di sore hari.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.