Rabu, 17 Jun 2026 03:20 WIB

Polisi Tetapkan 2 Buron dalam Dugaan Perburuan Satwa di Alas Purwo

  • Penulis :
  • | Selasa, 29 Sep 2020 18:20 WIB
Polsek Tegaldlimo, Banyuwangi
Polsek Tegaldlimo, Banyuwangi

jatimnow.com - Polisi menetapkan 2 pelaku masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dalam dugaan perburuan satwa yang terjadi di Taman Nasional Alas Purwo Seksi 2 Resort Jatipapak yang terjadi pada Bulan Juni lalu.

Kedua DPO itu adalah Imam Sapi’i dari Dusun Pondok Asem, Desa Kedongasri, Kecamatan Tegaldlimo dan Joni dari Dusun Persen, Desa Kedongasri, Kecamatan Tegaldlimo.

Baca Juga: Pelarian Bo Feng Mei Berakhir di Surabaya Setelah 14 Tahun

Kapolsek Tegaldlimo, AKP Priyono menjelaskan perkara tersebut masih dalam tahap lidik.

"Kita sudah lidik dan menetapkan DPO. Untuk perkaranya ditangani Gakkum karena pihak Taman Nasional mempunyai penyidik sendiri dan laporan polisi ke kita," jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Ia menyebut, saat penyergapan dilakukan oleh petugas dari Taman Nasional, tersangka membawa senjata api rakitan.

"Benar tersangka yang sekarang DPO saat dipergoki oleh petugas dari Taman Nasional mereka membawa senjata api rakitan beserta satu peluru yang sekarang kita amankan," ujar dia.

Saat itu, dua petugas dari Taman Nasional sedang berpatroli. Mereka mendengar suara senjata. Saat didekati asal suara, mereka mendapati dua orang keluar dari semak-semak.

Salah satu dari keduanya diketahui membawa senjata api rakitan. Dua petugas langsung menyergap berdua pelaku dan sempat berebut senjata api rakitan yang dibawa oleh mereka.

Saat itu, dua petugas dari Taman Nasional tidak membawa senjata. Di lokasi, ditemukan bangkai banteng atau sapi hutan yang tinggal kepala dan kulit.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Sayangnya kedua tersangka meloloskan diri dari sergapan petugas Taman Nasional.

Miarti, ibu tersangka Imam Sapi'i saat ditemui menjelaskan jika anakanya sudah tidak ada lagi di rumah sejak peristiwa itu.

"Sudah tidak pernah ada di rumah, mungkin ke luar negeri," katanya.

Senada, Sugianto ayah dari Imam saat dihubungi juga menjelaskan jika dirinya tidak mengetahui kepergian anaknya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Sejak kejadian itu Imam tidak pernah pulang ke rumah," katanya.

 

Reporter: Rony Subhan

 

 
Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.