Kamis, 18 Jun 2026 09:03 WIB

Banyuwangi Ditunjuk Sebagai Salah Satu Jaringan Kota Cerdas ASEAN

  • Penulis :
  • | Selasa, 22 Mei 2018 15:48 WIB
Bupati Anas ditengah-tengah 26 peserta delegasi pengembangan Smart Cities se ASEAN
Bupati Anas ditengah-tengah 26 peserta delegasi pengembangan Smart Cities se ASEAN

jatimnow.com - Kabupaten Banyuwangi sejak terpilih menjadi salah satu daerah yang masuk dalam Jaringan Kota Cerdas ASEAN atau ASEAN Smart Cities Network (ASCN) memperkuat jaringan bersama seluruh delegasi peserta ASEAN Smartcities Governance di Singapura, Selasa (22/5/2018).

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ditunjuk menjadi salah satu perwakilan setelah Jakarta dan Makassar untuk mengikuti sesi pengembangan smart city bersama 26 kota/daerah dari 10 negara ASEAN.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Dimana acara itu, dibuka secara langsung oleh Executive Director Centre for Liveable Cities Singapore sekaligus Chair ASEAN Smart Cities Network 2018, Khoo Teng Chye.

“Para delegasi akan mengikuti sesi sharing untuk mengeksplorasi potensi dan best practices dari masing-masing daerah,” jelas Anas dalam keterangan tertulis yang diterima jatimnow.com.

Menurut Anas, keterlibatan dalam forum ASEAN itu adalah momen untuk mengembangkan jaringan sekaligus menambah referensi praktik inovasi dari belahan negara lainnya.

Apalagi, banyak pakar-pakar platform digital, pengentasan kemiskinan, dan pembangunan internasional dihadirkan seperti dari World Bank, Alibaba, Grab, Ernst and Young, Huawei, UNESCAP, dan UNDP.

”Banyuwangi mengusung program Smart Kampung. Jadi kita lebih menonjolkan bagaimana teknologi mendorong perubahan kawasan pedesaan, baik untuk kepentingan pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi menjadi lebih maju,” ujar Anas.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Smart Kampung ini, lanjut Anas, adalah program pengembangan desa untuk mendekatkan pelayanan kepada publik hingga ke level desa.

Setiap desa didesain memiliki kerangka program yang terintegrasi dengan penggunaan TIK berbasis serat optik, ekonomi produktif, ekonomi kreatif, peningkatan pendidikan-kesehatan, dan upaya pengentasan kemiskinan.

”Ini yang mungkin belum banyak diperhatikan dalam peta Smart City pada umumnya yang hanya fokus pada problem masyarakat perkotaan,” papar Anas.

Smart Kampung, kata Anas, secara bertahap dapat menjadi sentra pelayanan publik yang bisa diandalkan pasca diluncurkan pada Mei 2016 oleh Menkominfo Rudiantara.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

"Kini telah ada 167 desa yang teraliri internet berbasis serat optik (fiber optic) dari total 189 desa se Kabupaten Banyuwangi," ujarnya.

Reporter: Hafiluddin Ahmad
Editor: Erwin Yohanes

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.