Minggu, 07 Jun 2026 22:31 WIB

Banyuwangi Kini Miliki Dermaga Yacth Internasional

  • Penulis :
  • | Sabtu, 26 Sep 2020 14:32 WIB
Dermaga yatch di Pantai Marina Boom Banyuwangi
Dermaga yatch di Pantai Marina Boom Banyuwangi

jatimnow.com - Banyuwangi kini memiliki dermaga yatch internasional di kawasan Pantai Marina Boom. Fasilitas dan destinasi wisata baru ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan terutama wisatawan asing kelas menengah atas.

Banyuwangi International Yatch Club (BIYC) diresmikan oleh Direktur Utama Pelindo III Saefudin Noer, Jumat (25/9). BIYC berada di kawasan Pantai Marina Boom. Kawasan tersebut merupakan aset milik PT Pelindo III yang dikelola anak perusahan PT Pelindo Properti Indonesia.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Menurut Saefudin Noer, Pelindo III memiliki konsep Butterfly Cruise Port yang akan menunjang kunjungan wisatawan di Indonesia. Untuk itu, fasilitas yatch club di Banyuwangi akan melengkapi beberapa dermaga yatch yang sudah di bangun di beberapa tempat.

"Konsep Butterfly Cruise Port kita galakkan saat ini. Tentunya kunjungan para pemilik yatch yang ke beberapa dermaga yang sudah kita siapkan nantinya akan mampir juga di Banyuwangi. Konsep ini bentuknya seperti kupu-kupu yang hinggap di beberapa tempat. Salah satunya adalah Banyuwangi," ujarnya dalam siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (26/9/2020).

"Dalam setahun ada sekitar 160 kapal pesiar yang singgah di Indonesia. Nanti yang akan dipilih adalah Banyuwangi," katanya.

Saat ini, Yacht club tersebut juga dilengkapi dengan atraksi wisata bahari Kapal Magia II. Kapal Magia II merupakan kapal Luxury dengan empat deck yang menawarkan pengalaman baru untuk menikmati liburan. Di kapal pesiar ini wisatawan bisa menginap di kamar layaknya kamar hotel dengan pemandangan laut.

Direktur Utama PT Pelindo Properti Indonesia (PT PPI) Edward Danner P Napitupulu mengatakan, fasilitas BIYC dapat menampung sebanyak 8 unit kapal yacth berbagai ukuran dari panjang 25 feet hingga 35 feet. Dermaga ini memiliki luas sekitar 5000 meter persegi.

"Kami dengan pemerintah Banyuwangi sepakat untuk mengubah wajah Pantai Marina Boom dari semula pelabuhan tradisional menjadi pelabuhan khusus pariwisata. Sementara luas kawasan ini sebanyak 44 hektar. Sisanya akan dikerjasamakan lagi," ujarnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi MY Bramuda mengatakan ini merupakan ikhtiar daerah membuka jalur baru datangnya wisatawan dari jalur laut.

Dibukanya BIYC, kata dia, merupakan peluang bagi Banyuwangi untuk menyasar wisatawan segmen tertentu. Sebab pemilik yatch tersebar di beberapa negara di Eropa maupun Australia.

"Kita tahu, para pemilik yatch ini merupakan wisatawan kelas menengah atas. Fasilitas ini tentu menjadi jaminan bagi mereka bahwa dengan berlayar ke Banyuwangi mereka bisa berwisata sekaligus menyalurkan hobi berlayarnya," kata Bramuda.

Sementara itu, pemilik BIYC, Lizza Lundin mengatakan, yatch club di Banyuwangi ini memiliki fasilitas perbaikan dan perawatan kapal yatch. Para pemilik kapal yatch bisa bersantai dan bersandar di Banyuwangi sambil menikmati destinasi wisata unggulan sepeti kawah Ijen, Alas Purwo dan berbagai destinasi wisata lainnya.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Selain itu, pihaknya juga menyediakan layanan untuk pendukung untuk kebutuhan selama berlayar. Pemilik kapal bisa mengisi persediaan air bersih, makanan bahkan listrik untuk kebutuhan kapalnya.

"Nantinya, para pemilik kapal bisa bersantai atau berlibur di Banyuwangi. Selama itu, mereka juga bisa memperbaiki atau meningkatkan performa kapal mereka," ungkapnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.