Jumat, 12 Jun 2026 19:24 WIB

Dituduh Dukun Santet, Pria Banyuwangi ini Minta Sumpah Al Quran

  • Penulis :
  • | Selasa, 22 Sep 2020 11:40 WIB
Asbollah tunjukkan surat hasil pertemuan
Asbollah tunjukkan surat hasil pertemuan

jatimnow.com - Asbollah (55), asal Dusun Patoman, Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi itu menahan ketakutan karena dituduh mempunyai ilmu santet oleh saudaranya sendiri.

Asbollah dituduh menjadi dukun santet dan dianggap membuat sakit keponakannya sendiri oleh istri adik kandungnya yang bernama Nur Hayati (43).

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Tuduhan itu berawal dari keponakan Asbollah mengalami bengkak di bagian kaki. Selama keponakannya yang berumur 10 tahun itu sakit, mereka sempat membawanya ke dokter tapi tidak kunjung sembuh.

Keluarganya kemudian membawa anak tersebut ke pengobatan alternatif ke orang tua atau dukun. Setelah pulang dari pengobatan alternatif, Nur Hayati menuduh jika sakit yang diderita anaknya karena disantet oleh Asbollah.

Ironisnya tuduhan yang dilayangkan oleh Nur Hayati itu bersumber dari dukun pengobatan alternatif. Dukun itu menyuarakan 'Sego Mambu Jangan Mambu' (nasi basi sayur basi) yang diartikan oleh masyarakat Suku Osing jika yang membikin sakit itu bukan orang lain tetapi masih kerabat.

"Saya dituduh membikin sakit keponakan. Oleh istri adik saya sendiri," kata Asbollah saat ditemui dirumahnya, Senin (22/9/2020) malam.

Mendengar tuduhan itu, Asbollah kemudian melapor ke perangkat desa dan diadakan mediasi di rumah Pak RT yang lokasinya bersebelahan dengan rumahnya.

Saat mediasi, suasana sempat memanas karena keluarga Nur Hayati ngotot menuduh Asbollah adalah tukang santet. Asbollah kemudian meminta agar dirinya disumpah di atas Kitab Suci Al Quran.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Jika saya memiliki ilmu santet dan sekarang saya dituduh membuat sakit keponakan saya. Ayo saya berani disumpah di atas Al-Quran," tegas Asbollah.

Kepala Desa (Kades) Watu Kebo, H Sri Bunik menyebut permasalahan itu hanya permasalahan keluarga sehingga diadakan mediasi sederhana dengan didatangkan kepala dusun dan RT serta keluarga berdua.

"Kita mediasi secara sederhana lalu kita buatkan surat perjanjian agar tidak terulang lagi perkataan menuduh tukang santet," kata Kades H Sri Bunik.

Saat hendak pulang dari kediaman Asbollah, pukul 22.00 Wib, wartawan jatimnow.com disapa oleh seorang kakek kakek yang rumahnya bersebelahan dengan Asbollah yang saat itu membakar kemenyan.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

 

Reporter: Rony Subhan

 

 
Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.