Jumat, 19 Jun 2026 06:58 WIB

Melihat Benda-benda Bersejarah di Pameran Kepurbakalaan Banyuwangi

  • Penulis :
  • | Kamis, 03 Sep 2020 17:15 WIB
Pameran Kepurbakalaan Banyuwangi
Pameran Kepurbakalaan Banyuwangi

jatimnow.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) Banyuwangi menggelar Pameran Kepurbakalaan mulai 3 hingga 5 September 2020. Benda-benda bersejarah dipamerkan di sini.

Pameran yang digelar di Kantor Disbudpar itu memamerkan tempayan dari Dinasti Tang China abad 7-10, wadah penutup Dinasti Ming abad ke-14, guci song (kelapa) Dinasti Song abad 9-12 yang ditemukan di wilayah Banyuwangi serta sejumlah benda bersejarah lainnya.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Juga dipamerkan benda-benda pusaka Banyuwangi lainnya seperti satu set timbangan emas zaman Kerajaan Blambangan abad 14-18 Masehi. Timbangan yang terbuat dari perak itu ditemukan di Pertanen, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.

Ada juga botol soda buatan perusahaan keluarga Belanda, Erven Lucas Bols, Tahun 1575. Botol tersebut tersebut dari keramik dan berkapasitas satu liter.

Berbagai benda purbakala dan benda kuno berbahan batu, tanah liat, keramik hingga kayu juga ditampilkan pada pameran tersebut. Bentuknya bermacam-macam, ada keris, tombak, arca, lingga yoni hingga lemari rias kuno.

Pameran Kepurbakalaan BanyuwangiPameran Kepurbakalaan Banyuwangi

Kepala Disbupar Banyuwangi, Muhammad Yanuarto Bramuda mengatakan, Banyuwangi memiliki kisah masa lalu yang menarik.

Baca Juga: Sanggar DAUN Gelar Pameran HUT ke-22 di Galeri Prabangkara Surabaya

"Bagaimana kisah Kerajaan Blambangan dan Macan Putih yang turut andil dalam sejarah Banyuwangi," ungkap Bramuda, Kamis (3/9/2020).

Bramuda menyebut, kisah sejarah itulah yang harus diteruskan pada generasi muda Banyuwangi.

"Anak cucu kita harus diceritakan sejarah yang mengandung kisah-kisah heroik zaman dahulu. Kegiatan ini untuk menumbuhkan cinta kebudayaan Banyuwangi pada generasi milenial," sambung Bramuda.

Bramuda menambahkan, saat ini Disbupar telah memiliki museum benda-benda purbakala. Disbudpar juga akan membangun Museum Banyuwangi Tempo Doeloe.
Museum itu mengisahkan cerita-cerita Banyuwangi, seperti cerita Pantai Boom yang mempunyai koneksi dengan Australia, kisah penambang belerang zaman Belanda dan berbagai kisah lainnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Bramuda melanjutkan, pameran ini juga sebagai sarana untuk mengumpulkan kembali barang-barang bersejarah yang ada di Banyuwangi.

"Kami juga mengumpulkan para budayawan, kolektor, pencinta barang purbakala lewat sarasehan," jelas Bramuda.

Pameran ini akan ditutup dengan pementasan wayang kulit, bersama dalang Ki Mudo Juwito Gendeng. Wayangan yang digeber pada Sabtu malam itu akan menampilkan lakon Wahyu Husodo Jati.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.