Minggu, 14 Jun 2026 19:35 WIB

Nelayan Muncar Banyuwangi Kembali Gelar Tradisi Petik Laut

  • Penulis :
  • | Kamis, 03 Sep 2020 14:55 WIB
Tradisi petik laut di Muncar, Banyuwangi
Tradisi petik laut di Muncar, Banyuwangi

jatimnow.com - Warga pesisir Muncar, Banyuwangi kembali menggelar tradisi tahunan petik laut di pelabuhan setempat, Kamis (3/9/2020). Mereka mengusung tema 'Melestarikan Laut Sampai Anak Cucu'.

Tradisi yang selalu digelar pada 15 Muharram itu digelar sederhana karena masih dalam masa Pandemi Covid-19. Acara dibuka Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko.

Baca Juga: Warning BMKG, Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Selatan Jatim 2-5 Juni 2026

Yusuf mengatakan, tema petik laut yang diangkat pada tahun ini sangat luar biasa. Karena mengingatkan kepada semua orang betapa pentingnya menjaga laut untuk anak cucu.

"Melestarikan laut sampai anak cucu kita ini menurut saya luar biasa. Kalau bukan sekarang, kapan lagi kita mulai," ungkap Yusuf.

Yusuf juga mengingatkan warga akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan new normal harus dilakukan salam kehidupan sehari-hari.

Tradisi petik laut di Muncar, BanyuwangiTradisi petik laut di Muncar, Banyuwangi

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Sekali lagi kami ingatkan agar selalu memakai masker, rajin cuci tangan dan menjaga jarak," tutur Yusuf.

Sementara itu ketua panitia petik laut, Sihat Af Tarjo menyebut bahwa tradisi itu digelar sebagai ungkapan rasa syukur nelayan kepada Tuhan, yang melimpahkan ikan untuk para nelayan Muncar.

"Ini juga sekaligus memohon berkah dan keselamatan," ungkap Sihat.

Baca Juga: Pos Basarnas Trenggalek Evakuasi Nelayan Asal Situbondo yang Ditemukan Terapung

Ritual yang dimulai sejak Tahun 1901 itu digelar sederhana untuk menghindari kerumunan massa. Tradisi ini dilakukan dengan melarung hasil bumi di atas gitik atau replika perahu kecil berukuran lima meter ke tengah samudera.

"Pisang raja ini mempunyai filosofi nelayan seakan-akan menjadi raja lautan ketika melaut. Sedangkan kinangan sirih berfilosofi lambang masyarakat yang selalu ingat petuah dan menghormati leluhurnya," tandas Sihat.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.