Selasa, 16 Jun 2026 04:09 WIB

Warga Tuntut Kejari Tuntaskan Dugaan Korupsi di Kota Batu

Audiensi warga dengan Kejari Kota Batu
Audiensi warga dengan Kejari Kota Batu

jatimnow.com - Perwakilan warga Desa Sumberejo didampingi Malang Corruption Watch (MCW) mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu, Rabu (2/9/2020).

Mereka menuntut adanya tindak lanjut dugaan kasus korupsi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi Dianggap Kegaduhan, Massa di Jember Gelar Aksi

Dalam audensi, warga langsung mengungkapkan keluhan dan harapan kepada Kejari Batu yang baru Supriyanto, terlebih permasalahan tersebut sudah dilaporkan pada Maret 2019 dan hingga kini tidak ada progres.

MCW mendesak agar Kejari Batu mengusut tuntas kasus dugaan korupsi PBB yang ada di Desa Sumberejo.

Koordinator MCW, Atha Nursasi mengatakan kasus yang terjadi di Desa Sumberejo juga berpotensi terjadi di desa lain. Maka dari itu, harus ada langkah tepat untuk menuntaskan kasus.

"Bukan hanya di Sumberejo, beberapa desa juga mengeluhkan hal yang sama. Soal Surat Tanda Terima Sementara (STTS) dan bagaimana mekanisme pemasukan data harus diusut. Lalu kemarin Kejari Batu sempat meminta keterangan sejumlah warga. Namun kini proses berhenti lagi," kata Atha.

MCW juga mendorong agar kinerja Kejari Batu di bawah pemimpin yang baru bisa lebih baik. Ada juga catatan kepada kinerja Kejari Batu di era kepemimpinan Sri Heny Alamsari yang tak tuntas.

Seperti dugaan korupsi PT BWR, dugaan korupsi pajak hiburan, dugaan korupsi PBB Desa Sumberejo serta pelanggaran malaadministrasi di dalamnya. MCW menaruh harapan besar agar catatan lalu itu bisa diperbaiki.

"Kajari sebelumnya tidak ada prestasi dan itu perlu diubah. Kami sangat kooperatif terutama penegakan hukum di isu korupsi. Kajari Bu Chusniah dulu sering koordinasi, namun renggang di masanya Bu Heny dan sejak awal kami tahu rekam jejaknya seperti apa," katanya.

Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Makam di Pasuruan Segera Disidangkan

Menanggapi itu, Kajari Batu Supriyanto mengapresiasi kepedulian warga dan MCW dengan memberikan sejumlah informasi, kritik serta saran yang disampaikan. Dimasa kepemimpinannya kedepan, ia berkomitmen untuk bekerja secara profesional dalam menegakan supremasi hukum di Kota Batu.

"Terkait PBB, saya juga pernah mendapat info dari Kasi Pidsus bahwa benar ada laporan. Berdasar laporan Pidsus ke saya, penanganan kasus ini adalah tahap penyelidikan, bukan penyidikan," tegas mantan Kejari Kabupaten Gorontalo ini.

Secara terbuka ia mengutarakan, penyelidikan untuk mengumpulkan alat bukti dan untuk mengetahui ada atau tidaknya tindak pidana karena sampai sekarang belum ada saksi yang dipanggil secara resmi.

"Yang ada hanya pemanggilan sejumlah orang untuk dimintai keterangan, istilahnya kami meminta keterangan. Berdasarkan hasil sementara, banyak terjadi perbedaan antara data yang ada di masyarakat kemudian di perangkat desa di BKD dan Bank Jatim dan Sismiop. Ini akan kami cari kejelasannya," beber dia.

Baca Juga: Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Gamelan, Kejari Tulungagung Libatkan Tim Ahli

Supriyanto juga akan mengandeng Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP). Meskipun ada pesimisme dari MCW soal rencana menggandeng APIP, namun Supriyanto menegaskan akan melakukan berbagai cara agar kasus bisa diselesaikan.

"Tetap nanti kami yang memantau. Saya akan lakukan berbagai cara untuk menuntaskan kasus. Semoga nanti ada titik terang," harap Supriyanto.

Termasuk sejumlah kasus lain yang masih belum tuntas. Namun Supriyanto menegaskan membutuhkan waktu dan proses untuk menyelesaikan semuanya.

"Ada yang namanya proses. Yang pasti, saya tidak ingin bicara tinggi, tapi ikuti perkembangan kinerja saya. Saya ingin menunjukkan kepada masyarakat," tutupnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.