Rabu, 17 Jun 2026 03:43 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Dianggap Kegaduhan, Massa di Jember Gelar Aksi

  • Penulis : Sugianto
  • | Selasa, 26 Agu 2025 12:04 WIB
Foto : Ratusan massa dari Jember Against Cooruption unjuk rasa (Sugianto/jatimnow.com)
Foto : Ratusan massa dari Jember Against Cooruption unjuk rasa (Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com-Ratusan masyarakat yang tergabung Jember Against Corruption melakukan unjuk rasa ke DPRD dan Kejaksaan Negeri Jember. Aksi ini digelar terkait mencuatnya kasus dugaan korupsi Dana Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD Jember. Dalam aksi tersebut mereka mengajak semua pihak menyelamatkan Jember dari berbagai kegaduhan.

Kholilur Rahman selaku koordinator aksi mengatakan, kegaduhan ini terjadi setelah adanya laporan dari sebuah LSM, terkait dugaan adanya korupsi anggota DPRD Jember tentang penggunaan Dana Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda). Menurutnya laporan tersebut kurang tepat karena yang dilakukan pihak DPRD Jember saat ini masih tahapan Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Sosraperda).

Baca Juga: Petani Sekti Ngadu ke DPRD Jember, Desak GTRA Selesaikan Persoalan

"Tapi kalau Sosraperda itu dibenarkan, karena 2023/2024 semua anggota DPRD itu melaksanakan kegiatan sosialisasi rancangan peraturan daerah dan itu wajib hukumnya disosialisasikan ke masyarakat," ujarnya, Senin (25/8/2025).

Kholilur menyatakan, korban dari kegaduhan ini selain masyarakat juga DPRD secara kelembagaan. Pelaksanaan sosialisasi tersebut sesuai dengan tugas pokok dan fungsi DPRD. Sebelum mengesahkan Ranperda tersebut dilakukan uji publik terlebih dahulu.

"Ini banyak kegaduhan yang ditimbulkan LSM yang tidak bijak tersebut, banyak yang jadi korban," tuturnya.

Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

Kholilur menilai, adanya laporan oleh oknum LSM yang teriak anti korupsi itu bagian dari korban sakit hati yang saat Pilkada 2024 lalu. Calon yang didukungnya mengalami kekalahan.

"Ketika tidak dipilih sakit hati dan buat gaduh kanan kiri, sehingga membuat laporan 50 anggota DPRD Jember diduga korupsi anggaran Sosperda," ungkapnya.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

Pihaknya meminta DPRD Jember menindaklanjuti dan mengawal penuh Raperda yang sudah disosialisasikan dan mangkrak tanpa kejelasan, untuk diproses dan disahkan bupati bersama DPRD menjadi Perda. Selain itu, meminta Kejari Jember bersikap independen dan bijak menjalankan proses hukum tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.

"Jadi garis besarnya selamatkan Jember, karena Jember sampai saat ini gaduh yang dibuat oleh oknum LSM yang teriak anti korupsi, karena motifnya korban sakit hati," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.