Sabtu, 20 Jun 2026 02:20 WIB

Tradisi Ngudek Jenang, Bukti Guyub Rukun Warga Tulungrejo Kota Batu

Tradisi ngudek jenang warga Tulungrejo, Kota Batu
Tradisi ngudek jenang warga Tulungrejo, Kota Batu

jatimnow.com - Warga Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu tetap semangat jaga tradisi ngudek jenang bersama dalam rangka selamatan sebagai ucapan syukur dan memohon perlindungan dari Sang Pencipta di tengah Pandemi Covid-19.

Selain itu tujuan yang tak kalah penting yaitu sebagai uri-uri budaya yang sudah dilakukan bertahun-tahun. Bukan hanya keselamatan, tapi warga berharap terciptanya kerukunan umat beragama lebih terjalin.

Baca Juga: Awali Buka Giling, PG Modjopanggung Tulungagung Gelar Manten Tebu

Kepala Desa Tulungrejo, Suliono mengatakan puluhan warga berkumpul mengaduk secara bergantian di atas 5 wajan besar berukuran 1,35 meter. Mereka membuat 200 kilogram jenang sejak Senin (24/8).

"Ngudek jenang ini menjadi tradisi yang selalu dilakukan warga untuk menjaga kesatuan dan persatuan serta keguyuban di desa ini. Terpenting sebagai ucap syukur kepada Sang Pencipta dan memohon keselamatan, dijauhkan dari semua penyakit," kata Suliono, Selasa (25/8/2020).

Ia memaparkan, ngudek jenang yang dalam bahasa Indonesia berarti mengaduk jenang merupakan tradisi masyarakat Desa Tulungrejo dahulu kala. Tradisi ini selalu dilakukan saat ada hajatan pernikahan atau saat merayakan hari raya.

Baca Juga: Tradisi Lebaran Ketupat di Trenggalek yang Sudah Berlangsung Sejak Ratusan Tahun

"Ada filosofi dari ngudek jenang ini. Yakni seberat-berat mengaduk jenang itu, akan menjadi ringan, karena jenang itu harus dimatangkan dengan sekuat tenaga kita secara bersama. Dari situlah terciptanya guyub," terangnya.

Jenang yang sudah masak ini akan dibungkus dengan menggunakan bungkus daun pisang, kemudian dibagikan kepada semua warga untuk disantap bersama.

Baca Juga: Tradisi Tarawih Cepat di Blitar Ini Telah Berlangsung Sejak Ratusan Tahun Lalu

Dalam proses pembuatan nampak warga mengaduk campuran tepung beras, tepung ketan, gula jawa, kelapa serta jahe yang dimasak dalam satu wajan. Wajan ini ditaruh diatas pawonan, sebuah kompor yang terbuat dari tanah berbahan bakar kayu.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.