Rabu, 17 Jun 2026 05:45 WIB

Perusahaan Penghasil Busa yang Tutupi Sungai di Pasuruan Ditutup

  • Penulis : Moch Rois
  • | Jumat, 14 Agu 2020 18:13 WIB
Penampakan busa yang menutup sungai di Desa Wonosari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan
Penampakan busa yang menutup sungai di Desa Wonosari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan

jatimnow.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan menutup aktivitas perusahaan yang mengeluarkan busa hingga menutup sungai yang melintasi Desa Sumbersuko dan Wonosari, Kecamatan Gempol, Jumat (14/8/2020).

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan, Heru Farianto mengatakan bahwa pihaknya memberikan hukuman pembersihan sungai akibat pencemaran yang dilakukan perusahaan tersebut.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Yang punya usaha itu namanya Pak Ali dari Kabupaten Jombang. Kita suruh membersihkan sungai itu tadi bersama penjaga bangunan pabrik. Yang ngawasi tadi pak kepala desa dan ada juga dari pengairan," jelas Heru.

Heru menambahkan, usaha pencucian kaleng dan drum serta barang bekas yang memicu terjadinya peristiwa tumpukan busa di aliran sungai tersebut adalah perusahaan tidak berizin alias ilegal.

Baca juga:  

"Usaha orang cuci drum itu memang gak ada izinnya, sudah satu bulan ini," ungkapnya.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

Menurut Heru, selama menjalankan usaha ilegal tersebut, Ali memanfaatkan kolam di dalam areal tanah kosong pabrik untuk melakukan aktivitas pencucian dan pembuangan air cucian. Sehingga material sabun bekas cucian tidak mengganggu lingkungan sekitar dan juga mengalir ke sungai.

"Ternyata kolam itu diuruk sama penjaga pabrik. Sehingga air dalam kolam tersebut meluber ke sungai. Karena air bercampur diterjen (sabun cuci), akhirnya menimbulkan busa di sungai," ucapnya.

Terkait status kepemilikan bangunan tersebut, Heru membenarkan jika bangunan itu bukan miliknya Ali. Dia menyewa bangunan pabrik itu dari si penjaga tanpa sepengetahuan pemilik aslinya.

Baca Juga: Viral Wisatawan Asal China Diintimidasi Oknum Ojek Pangkalan di Probolinggo

Selama ini bangunan tersebut adalah bekas pabrik yang sudah tidak beraktivitas dan ditutup oleh pemiliknya.

"Kami juga melakukan penutupan aktivitas usaha tersebut," tandasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.