Minggu, 14 Jun 2026 15:34 WIB

Asal Busa yang Tutupi Sungai di Pasuruan Ditemukan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Jumat, 14 Agu 2020 15:59 WIB
Penampakan busa yang menutup sungai di Desa Wonosari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan
Penampakan busa yang menutup sungai di Desa Wonosari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan

jatimnow.com - Sungai di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan viral di media sosial lantaran tertutup busa. Dua desa yang dialiri sungai di kecamatan tersebut terdampak.

Camat Gempol, Nur Kholis mengatakan bahwa ada dua desa yang terimbas tumpukan busa sepanjang kurang lebih 500 meter tersebut.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Waktu kami cek di lapangan, tadi itu sampai hampir setengah kilometer (tumpukan busanya). Meliputi dua desa di Kecamatan Gempol, yakni Desa Wonosari dan Sumbersuko," jelas Nur Kholis.

Nur Kholis menambahkan, tumpukan busa itu mulai tampak di aliran sungai dekat pemukiman warga sejak pukul 20.00 Wib, Kamis (13/8/2020). Namun busa yang terlihat saat itu tidak tebal.

Dan hari ini, warga dan pihak kecamatan mendapati tumpukan busa tersebut semakin tebal dan membumbung hingga menutupi aliran sungai serta jalan.

Baca juga:  Viral Sungai di Pasuruan Tertutup Busa: Tolong Segera Diurusi Pak!

"Kita kan tidak tahu ya kalau ternyata mungkin tambah malam, tambah aktivitas. Sehingga semakin banyak (tumpukan busa) di pagi hari," terangnya.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

Terkait asal busa itu, Nur Kholis mengaku belum mengetahuinya. Namun ia sudah mendapat konfirmasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan yang menyebut bahwa perusahaan penghasil busa sudah didatangi dan diminta menghentikan aktivitasnya.

"Iya sudah dilakukan kunjungan tadi sama DLH. Pabriknya itu sebenarnya sudah tidak beroperasi. Tapi sama penjaganya, disewakan untuk tempat pencucian kaleng dan drum bekas," ungkapnya.

Menurut Nur Kholis, tumpukan busa di sungai Desa Sumbersuko dan Wonosari tersebut sudah hilang.

Baca Juga: Viral Wisatawan Asal China Diintimidasi Oknum Ojek Pangkalan di Probolinggo

"Kondisi saat ini karena angin dan panas, buih (busa) kalau ada angin dan panas ya kempes. Hilang," ujarnya.

Sementara hingga sampai saat ini, pihak kecamatan belum mendapat laporan warga, apakah ada efek negatif dari adanya tumpukan busa itu.

"Aliran air tersebut (yang tertutup tumpukan busa) digunakan untuk irigasi. Sampai dengan hari ini elum ada warga yang merasakan gatal-gatal. Kalau efek ke tanaman, juga belum ada (laporan) untuk saat ini," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.