Senin, 22 Jun 2026 05:04 WIB

Nahkoda Kapal TB Immanuel WGSR 3 yang Hilang itu Warga Banyuwangi

Keluarga Rustam Effendi, nahkoda Kapal Tug Boat (TB) Immanuel WGSR 3 di Banyuwangi
Keluarga Rustam Effendi, nahkoda Kapal Tug Boat (TB) Immanuel WGSR 3 di Banyuwangi

jatimnow.com - Kesedihan juga menyelimuti keluarga Rustam Effendi, nahkoda Kapal Tug Boat (TB) Immanuel WGSR 3 yang diduga hilang di Perairan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak 31 Juli 2020.

Rustam Effendi merupakan warga Dusun Cangkring, Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi. Pascakabar hilangnya kapal yang dinahkodainya itu, dia dan 9 anak buah kapal (ABK) hingga saat ini belum ditemukan.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Deo Ivan Rivaldi, salah satu keluarga Rustam mengaku mendapat laporan bahwa hilangnya kapal itu sekitar pukul 07.50 Wib, Kamis (6/8/2020). Sedangkan terakhir komunikasi dengan pihak kapal pada Kamis (30/7/2020) lalu.

"Kami cukup sedih mendengar kabar bahwa keluarga kami hilang kontak pada saat itu," ungkap Deo, Jumat (14/8/2020).

Baca juga:  

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Menurut Deo, keluarga besarnya yakin bahwa Rustam Effendi masih bertahan hidup. Deo berharap, tim gabungan yang melakukan pencarian dapat segera menemukan para korban.

Data dari Basarnas menyebut, 10 ABK itu adalah Rustam Effendi (Nahkoda), Ahmad Effendi (KKM), Robby Dwi Permadi (Mualim I), Ahmad Mahfutron (Mualim II), Denis Raditia Ermanda (Masinis I), Bayu Santoso (Masinis II), Sahir Juana (Juru Mudi), Rahmad Hermawan (Juru Mudi), Arief Damar Junianto (Juru Mudi), Joshua Kalimasa (Juru Masak).

Sementara dua orang ABK lainnya telah ditemukan selamat di Pulau Sapuka, yakni, Hamzah dan Ilham. Keduanya adalah ABK Kapal Tongkang AP 610 yang ditarik Kapal TB Immanuel WGSR 3.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Kapal ini berangkat dari Pelabuhan Gresik pada 21 Juli 2020 dengan Tujuan Pelabuhan Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kami yakin bahwa keluarga kita masih bertahan hidup," tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.