Kamis, 18 Jun 2026 16:48 WIB

Pemuda Tiga Desa di Banyuwangi Kreatif Buka Wisata Kuliner

  • Penulis :
  • | Kamis, 13 Agu 2020 10:05 WIB
Bupati Anas melepas ikan
Bupati Anas melepas ikan

jatimnow.com - Sejumlah warga desa di Banyuwangi tetap kreatif memunculkan destinasi kuliner di tengah Pandemi Covid-19.

Salah satunya, seperti yang dikerjakan para pemuda kreatif dari tiga desa yang ada di Kecamatan Purwoharjo dan Cluring yang membuat wisata kuliner Kali Kurung di desanya.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Wisata kuliner ini berada di tepi Sungai Simbar yang berada di perbatasan dua kecamatan, yakni Purwoharjo dan Cluring.

Berada di bawah rerimbunan pohon bambu di sepanjang tepi sungai, pengunjung bisa bisa menikmati aneka olahan ikan air tawar. Mulai dari ikan wader, lele, tombro, bawal, hingga oling (sidat). Destinasi ini dikelola sekelompok anak muda yang menyebut dirinya Pemuda Perbatasan (Petasan).

Destinasi ini diresmikan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Rabu (12/8/2020). Dibuka setiap hari, destinasi Kali Kurung menawarkan sensasi baru berwisata kuliner.

Wisatawan diajak menikmati aneka olahan ikan air tawar, seperti ikan bakar, ikan goreng, rica-rica, hingga ikan bumbu merah. Bagi pengunjung yang ingin mengolah sendiri di rumah, juga bisa membeli ikan segarnya dari tempat ini.

Di akhir pekan, pengunjung juga bakal disuguhi atraksi menarik oleh kelompok seniman muda setempat, seperti tari jaranan, hadrah, dan masih banyak lainnya.

"Ini kreatif sekali. Di tengah pandemi Covid yang melumpuhkan ekonomi dunia, warga tetap optimis membuka destinasi baru. Kreativitas dan semangat semacam ini memang sangat dibutuhkan agar ekonomi kembali bangkit. Saya salut dengan warga desa di sini," kata Anas.

Semua ikan olahan maupun ikan segar yang dijual di Kali Kurung, merupakan hasil budidaya warga di sekitar sungai Simbar. Sungai ini membelah tiga desa. Yakni Desa Tampo, Keradenan, dan Plampangrejo.

Nama Kurung itu sendiri, diambil dari mata pencaharian warga setempat yang mayoritas adalah pengrajin kurungan ayam dari anyaman bambu. Maka tak heran, ornamen yang menghiasi di wisata kuliner ini banyak yang berbentuk kurungan ayam.

Destinasi ini berdiri diawali dari perilaku warga yang memelihara ikan air tawar di selokan depan rumahnya. Mereka sudah melakukan ini sejak lama untuk menopang ekonomi keluarga. Hingga saat ini, sudah sekitar 100 warga yang melakukan budidaya ikan air tawar.

Melihat itu, Dinas Perikanan Banyuwangi menyentuh mereka dan memberikan bantuan bibit ikan kepada mereka. Warga kini juga melakukan budidaya ikan di keramba sungai.

Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

Anas mengaku sangat mengapresiasi geliat kreativitas para pemuda Petasan ini. Bagi Anas, Kali Kurung bukan sekedar wisata kuliner, namun di balik ini adalah upaya membentuk ketahanan pangan.

Warga bisa memenuhi kebutuhan konsumsi pangannya sendiri, sekaligus mendapatkan nilai ekonomis dari penjualan ikan.

Selain untuk dijual kepada pengunjung, warga tentu bisa memenuhi kebutuhannya sendiri dari budidaya ikan ini.

"Saya berharap juga ini akan berdampak baik bagi kesehatan warga. Konsumsi ikan yang meningkat, tentunya akan meningkatkan derajat kesehatan," kata Anas.

Aktivitas warga desa ini juga mendapat apresiasi dari Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Produk, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim Nurwahida. Menurut dia, ini adalah cara kreatif dalam upaya penyediaan ikan segar di daerah.

"Ini juga menjadi kesinambungan antara kegiatan penebaran benih ikan di kali dengan penyediaan ikan segar. Juga mendukung kampanye gemar makan ikan," kata Nurwahida.

Baca Juga: Kota Lama Surabaya Punya Destinasi Baru, 10 Regentstraat

"Dengan adanya inovasi seperti Kali Kurung ini, semoga tingkat konsumsi makan ikan di Banyuwangi semakin meningkat. Ini penting agar generasi Banyuwangi tumbuh sehat, cerdas, dan tidak stunting," pungkasnya.

Kepala Desa Keradenan Rudi menjelaskan destinasi ini diinisiasi oleh kelompok pemuda dari 3 desa sejak dua bulan lalu. Mereka ingin menggerakkan ekonomi warga dengan menjual potensi desa yang telah ada, salah satunya potensi perikanan air tawar.

"Setelah berkonsultasi dengan Dinas Perikanan, akhirnya kami dibantu untuk membuat destinasi ini. Alhamdulillah, warga semangat, pemerintah juga mendukung," kata Rudi.

Rudi juga bersyukur, destinasi kuliner air tawar ini langsung diminati pengunjung sejak dibuka dua bulan lalu.

"Mulai keluarga hingga komunitas memancing suka ke sini. Per hari bisa 150-200 orang, bahkan bisa sampai 300 orang di akhir pekan," kata Rudi.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.