Senin, 15 Jun 2026 01:04 WIB

Protokol Kesehatan Sektor Industri Banyuwangi Dimonitor dan Dievaluasi

  • Penulis :
  • | Rabu, 05 Agu 2020 17:36 WIB
Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi melakukan monitoring protokol kesehatan di sektor industri
Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi melakukan monitoring protokol kesehatan di sektor industri

jatimnow.com - Penerapan protokol kesehatan Covid-19 di setiap sektor terus menjadi atensi utama Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi. Monitoring dan evaluasi (monev) juga terus dilakukan.

Tidak hanya di sektor pariwisata, Pemkab Banyuwangi juga melakukan pemantauan di sektor industri yang berada di kawasan industri perikanan Muncar.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Kami terus berkeliling memantau dan mengevaluasi sejumlah sektor usaha, salah satunya industri di kawasan Muncar. Kemarin kami bersama tim turun langsung untuk memastikan protokol kesehatan benar-benar diterapkan oleh pabrik di sana," ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Banyuwangi, Guntur Priambodo, Rabu (5/8/2020).

Guntur menjelaskan bahwa monev ketat ini dilakukan untuk mengendalikan penyebaran Virus Corona. Apalagi saat ini kasus konfirmasi Covid-19 banyak terjadi dari klaster perkantoran.

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi melakukan monitoring protokol kesehatan di sektor industriTim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi melakukan monitoring protokol kesehatan di sektor industri

"Kami tidak ingin sektor industri menjadi klaster penularan virus. Untuk itu evaluasi ketat kami lakukan untuk memastikan hal ini tidak terjadi," jelas Guntur.

Guntur melanjutkan, pantauan terhadap penerapan protokol kesehatan di sektor industri dilakukan di sejumlah perusahaan cold storage dan pengalengan ikan. Hasilnya masih banyak hal yang perlu dibenahi dalam lingkungan kerja terkait penerapan protokol kesehatan Covid-19.

"Setelah kami melihat kondisi yang berlangsung di perusahaan-perusahaan di Muncar, sistem kerja para karyawan dan SOP yang dilakukan perusahaan masih ada hal yang perlu dievaluasi. Seperti pengaturan jarak aman antar pekerja," ujar Guntur.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Atas kondisi itu, gugus tugas memberikan sejumlah catatan dan rekomendasi yang wajib dipatuhi oleh perusahaan. Tim memberi waktu satu minggu bagi perusahaan untuk memenuhi rekomendasi tersebut. Atau perusahaan akan mendapat surat peringatan pertama (SP 1) hingga evaluasi izin usaha.

"Rekomendasi tersebut antara lain menerapkan physical distancing saat karyawan bekerja, membuat SOP (standar operasional prosedur) protokol kesehatan di perusahaan dan menyiapkan sarana prasarana," ungkapnya.

Tim gugus tugas juga mendorong pelaku usaha agar memperhatikan kondisi alat-alat kerja termasuk peralatan ibadah yang digunakan bersama-sama.

"Kami juga meminta agar alat-alat kerja harus steril, karena kita tidak pernah tahu dari mana penularan virus. Kemudian peralatan ibadah seperti sajadah dan mukena hendaknya dibawa personal," imbuh Guntur.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Guntur menegaskan, dengan berjalannya new normal atau adaptasi kebiasaan baru, penerapan protokol kesehatan menjadi lebih ketat dan kuat dibanding sebelumnya di saat pandemi. Tidak hanya di sektor industri, tapi juga semua lapisan warga.

"Kami keluar masuk tempat usaha untuk memastikan semua berjalan dengan baik. Intinya ekonomi harus berjalan, kita semua harus kembali produktif, tapi juga harus optimal dalam penerapan protokol kesehatan agar terhindar dari segala macam jenis penyakit, termasuk Covid-19," paparnya.

Guntur menambahkan, pihaknya akan terus turun melakukan monev ini ke berbagai sektor.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.