Selasa, 16 Jun 2026 00:52 WIB

Pandemi Covid-19

Kawah Ijen Kembali Dibuka, Pengunjung Dibatasi 50 Persen

  • Penulis :
  • | Sabtu, 11 Jul 2020 17:31 WIB
Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Gunung Ijen resmi dibuka kembali
Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Gunung Ijen resmi dibuka kembali

jatimnow.com - Setelah melakukan simulasi kebiasaan baru, Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Gunung Ijen akhirnya resmi dibuka untuk umum mulai hari ini, Sabtu 11 Juli 2020.

Pembukaan dilakukan oleh Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) V Jatim dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Mulai saat ini Kawah Ijen resmi dibuka untuk umum. Meski telah dibuka, para pengunjung tetap harus memperhatikan protokol kesehatan," kata Kepala Bakorwil V Pemerintah Provinsi Jatim, Tjahjo Widodo di Paltuding, kawasan Kawah Ijen Banyuwangi.

Pengunjung Kawah Ijen diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti harus memakai masker, pemeriksaan suhu tubuh, mencuci tangan, dan physical distancing.

Sebelumnya Kawah Ijen telah melakukan simulasi kebiasaan baru destinasi wisata. Kawah Ijen sempat dibuka sementara selama dua hari pada 29 dan 30 Juni 2020, dengan pemberlakuan pembatasan pengunjung.

Tjahyo mengatakan pembukaan Kawah Ijen ini berdasarkan rekomendasi dari dua kepala daerah, Banyuwangi dan Bondowoso.

"Kami memutuskan pembukaan Kawah Ijen ini karena ada rekomendasi dari dua kepala daerah. Sebelum memberikan rekomendasi dua daerah ini telah melakukan penelitian. Penelitiannya tidak hanya satu kali, tapi berkali-kali," kata Tjahyo.

Tjahyo menjelaskan wisata alam relatif aman untuk dikunjungi. Selain tidak bergerombol, wisata alam juga bisa digunakan untuk olahraga.

"Berkunjung ke wisata alam lebih menyehatkan. Namun tetap harus memperhatikan protokol kesehatan," tambah Tjahyo.

Kepala BKSDA Wilayah III Jatim, Setyo Utomo mengatakan, meski telah dibuka untuk umum namun pengunjung dibatasi. Pengunjung dibatasi hanya 225 wisatawan tiap harinya, atau 50 persen dari kuota pengunjung sebelum masa pandemi. Pemesanan tiket dilakukan secara online di laman https://ijenbluefire.bbksdajatim.org.

"Kami memberlakukan pemesanan tiket secara online. Untuk harga tiket tetap, tidak ada perubahan," kata Setyo.

Setyo menjelaskan sebelum masa pandemi, di hari biasa Kawah Ijen bisa dikunjungi rata-rata 100-200 orang lebih. Namun di saat hari libur atau peak season, pengunjung bisa mencapai 4000 orang.

Baca Juga: Pariwisata RI Terancam Konflik Global, Ini Strategi Amankan Turis

Tiap tahun Kawah Ijen menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp 4 Miliar. Dengan demikian tiap bulan rata-rata PNBP Kawah Ien mencapai Rp 300-400 juta.

Di masa pandemi, saat Kawah Ijen ditutup sejak Maret lalu, telah kehilangan potensi PNBP sekitar Rp 1 Miliar.

Namun Setyo mengatakan, meski telah dibuka untuk umum pihaknya tetap akan melakukan evaluasi secara berkala. Karena itu dia berharap agar para pengunjung bisa saling menjaga dan mematuhi protokol kesehatan.

Sekretaris Daerah Banyuwangi, Mujiono, dengan dibuka kembali, diharapkan geliat ekonomi dari para pelaku wisata yang memanfaatkan Kawah Ijen bisa berputar lagi.

"Tak dipungkiri banyak pelaku wisata dari Banyuwangi yang bergantung pada Kawah Ijen. Kami berterima kasih pada seluruh pihak yang membantu hingga dibukanya Kawah Ijen lagi,” kata Mujiono.

Ia mengatakan, Kawah Ijen menjadi perhatian utama Banyuwangi karena merupakan magnet wisata Banyuwangi.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Namun dia mengingatkan agar protokol kesehatan benar-benar dijalankan. Ditambahkannya, selain Kawah Ijen saat ini Banyuwangi secara berkala telah membuka beberapa destinasi wisata.

"Secara berkala beberapa destinasi telah dibuka. Seperti Bangsring Underwater, Pantai Cacalan, dan beberapa destinasi lainnya dengan penerapan standar protokol yang ketat," kata Mujiono.

Secara bertahap setelah menjalani simulasi dan evaluasi, Banyuwangi telah memberikan sertifikasi protokol kesehatan di destinasi wisata. Sertifikasi ini sebagai jaminan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan

"Karena kami sadar di masa pandemi ini bukan hanya pelayanan yang menjadi penilaian, namun kesehatan dan keamanan kini menjadi yang utama," katanya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.