Kamis, 18 Jun 2026 10:42 WIB

Songsong New Normal, Pemandu Wisata di Banyuwangi Dibekali Sertifikasi

  • Penulis :
  • | Rabu, 08 Jul 2020 17:21 WIB
Pelatihan protokol kesahatan bagi pemandu wisata di Banyuwangi
Pelatihan protokol kesahatan bagi pemandu wisata di Banyuwangi

jatimnow.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi menggelar pelatihan protokol kesehatan dan uji kompetensi bagi para pemandu wisata dalam menyongsong era new normal.

Pelatihan ini diikuti 75 peserta yang tergabung dalam HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) maupun non-HPI.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Dalam pelatihan yang digelar di Pendopo Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, selain mendapat pelatihan protokol kesehatan, para peserta juga dilatih etika pramuwisata.

"Di era new normal, pariwisata tidak lagi hanya mengedepankan pelayanan yang prima, namun protokol kesehatan yang ketat juga menjadi daya tarik utama," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, M. Yanuar Bramuda dalam siaran pers yang diterima redaksi, Rabu (8/7/2020).

Bramuda mengatakan, standarisasi protokol kesehatan bagi pelaku wisata merupakan salah satu hal yang sangat penting di era new normal.

Baca Juga: Pariwisata RI Terancam Konflik Global, Ini Strategi Amankan Turis

"Para tour guide ini harus memiliki sertifikasi kelayakan sebagai pemandu wisata di era new normal, agar wisatawan bisa lebih tenang berwisata di Banyuwangi," jelasnya.

Ditambahkan dia, uji kompetensi dilakukan sangat ketat terutama untuk protokol kesehatan. Pelatihan melibatkan ahli dari Dinas Kesehatan, praktisi pariwisata, asesor pariwisata, serta akademisi pariwisata.

"Ada tim dari Dinas Kesehatan yang menerangkan bagaimana seharusnya berinteraksi dengan wisatawan agar terciptawisata aman, bersih, dan sehat. Mereka perlu tahu dan harus menerapkannya," kata Bramuda.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Salah satu peserta pelatihan dari Himpunan Provider Outbond Indonesia, Siswanto mengatakan sertifikasi tersebut sangat penting baginya. Ini untuk memberikan jaminan kepada para wisatawan yang menggunakan jasanya.

"Dengan sertifikasi ini, kami merasa aman saat melakukan tugas sebagai tour guide. Wisatawan juga merasa nyaman karena kami telah dibekali sertifikat uji kompetensi standart protokol kesehatan," ujar Siswanto.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.