Sabtu, 20 Jun 2026 14:26 WIB

Pandemi Covid-19

Melihat Simulasi Pra Kondisi New Normal di Kawah Ijen Banyuwangi

  • Penulis :
  • | Senin, 29 Jun 2020 19:34 WIB
Simulasi pra kondisi new normal di Taman Wisata Alam Kawah Ijen Banyuwangi
Simulasi pra kondisi new normal di Taman Wisata Alam Kawah Ijen Banyuwangi

jatimnow.com - Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi terus melakukan simulasi dan evaluasi kesiapan destinasi wisata. Simulasi pra kondisi tatanan baru atau new normal kali ini dilakukan di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen.

Tempat wisata favorit di Banyuwangi itu dibuka sementara selama dua hari, 29-30 Juni 2020 dan diberlakukan pembatasan pengunjung. TWA Kawah Ijen bakal dibuka hanya pada pukul 08.00 Wib hingga 13.00 Wib. Pengunjung wajib mendaftarkan diri dan tidak dipungut biaya alias gratis.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Kami tadi bersama tim telah turun meninjau langsung simulasi pembukaan wisata alam Kawah Ijen hingga ke puncaknya. Dari pantauan gugus tugas, masih ada beberapa hal yang perlu dilengkapi oleh para petugas sebagai syarat wisata yang aman, bersih dan sehat," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Guntur Priambodo, Senin (29/6/2020).

Guntur mencontohkan, salah satunya warung-warung di pos pemberhentian terakhir yang kurang melengkapi dirinya dengan perlengkapan standar. Misalnya ada warung yang tidak menyediakan tempat cuci tangan, tempat duduk pengunjung yang terlalu berdekatan.

"Memang masih ada sedikit pemilik warung yang belum menerapkan protokol kesehatan dalam melayani konsumen. Warung ini penting bagi kami, karena warung-warung ini menjadi tempat transit setiap wisatawan sebelum mendaki Ijen," tambahnya.

"Jadi sekalian tadi kami edukasi tentang protokol new normal di sektor wisata. Mulai bagaimana melayani, penataan kursi dan tempat cuci tangan hingga penggunaan faceshield untuk keamanan bersama. Kami ingin puluhan warung di sini sudah menerapkan," sambung Guntur.

Guntur menambahkan, tim juga menyarankan agar pengelola melengkapi sejumlah fasilitas agar sesuai standar kesehatan Covid-19. Misalnya memperbanyak tempat cuci tangan bagi wisatawan maupun memperbanyak petugas yang berjaga di sana.

"Masalah ticketing tadi juga kami bahas. Bagaimana memudahkan pengunjung melakukan reservasi, karena kan sekarang kita melakukan kebijakan pembatasan atau kuota pengunjung di setiap destinasi," jelasnya.

Baca Juga: Pariwisata RI Terancam Konflik Global, Ini Strategi Amankan Turis

Sementara Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Banyuwangi, Purwantono menyebut bahwa simulasi pra kondisi new normal dilakukan selama dua hari. Dalam simulasi ini, dia telah melakukan sejumlah protokol untuk mencipatakan wisata yang bersih, aman dan sehat.

"Dalam simulasi ini, kami telah mulai memberlakukan pembatasan pengunjung sebanyak 225 orang. Mereka yang mendaftar melalui aplikasi Banyuwangi Tourism yang bisa diizinkan naik. Dan gratis selama masa simulasi," jelas Purwantono.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyatakan, tim gabungan terus bergerak melakukan verifikasi untuk proses sertifikasi protokol kesehatan Covid-19 di sejumlah sektor pariwisata daerah. Karena sertifikasi itu menjadi syarat bagi sektor wisata untuk bisa dibuka kembali.

"Setelah masa simulasi, kini saatnya kami lakukan verifikasi. Bagi sektor wisata yang lolos penilaian akan mendapatkan sertifikat lolos uji protokol kesehatan Covid-19. Bagi yang belum lolos uji, nanti masih diberi kesempatan untuk memperbaiki lagi. Trial error, itu terus disempurnakan," ujar Bupati Anas.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Bupati Anas menambahkan, sertifikasi terhadap sektor wisata dilakukan daerah untuk memberi jaminan keamanan, kesehatan dan keselamatan bagi semua yang terlibat di sektor ini. Khususnya Kawah Ijen yang menjadi destinasi favorit di Banyuwangi yang terkenal dengan fenomena blue fire-nya.

"Kawah Ijen ini menjadi perhatian utama kami, karena kawasan itu adalah magnet wisata Banyuwangi. Kami ingin di destinasi ini, protokol kesehatan benar-benar dijalankan. Sehingga setelah semua protokol dijalankan, kami akan memberi memberi stempel tanda lolos sertifikasi," tambahnya.

"Sertifikasi ini adalah cara Banyuwangi untuk memberi jaminan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan. Karena kami sadar di masa pandemi ini bukan hanya pelayanan yang menjadi penilaian, tapi kesehatan dan keamanan kini menjadi yang utama," tandasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.