Jumat, 19 Jun 2026 12:21 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Kiai Sepuh PWNU Jatim Restui Machfud Arifin Maju Wali Kota Surabaya

  • Penulis : Jajeli Rois
  • | Selasa, 23 Jun 2020 18:54 WIB
Machfud Arifin mendapatkan restu dari para kiai PWNU Jawa Timur
Machfud Arifin mendapatkan restu dari para kiai PWNU Jawa Timur

jatimnow.com - Kiai-kiai sepuh yang menjadi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur berkumpul dan bersilturahmi dengan Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin. Mereka juga mendoakan dan merestui Machfud Arifin maju di pemilihan wali kota (Pilwali) Surabaya 2020.

"Ya merestui bahkan mengajak kepada warga NU Surabaya untuk ramai-ramai mendukung beliau," ujar Wakil Rois Syuriah PWNU Jatim, KH Anwar Iskandar, Selasa (23/6/2020).

Baca Juga: Sederet Kiai Sepuh PBNU Temui Rais Aam Bahas Percepatan Muktamar ke-35

Acara tersebut dihadiri para pengurus PWNU Jatim seperti Ketua Tanfidziyah KH Marzuki Mustamar, Sekretaris PWNU Prof Akh Muzakki dan jajaran pengurus tanfidziyah lainnya.

Juga hadir kiai-kiai sepuh seperti KH Anwar Manshur yang juga Rais Syuriah, Wakil Rais Syuriah KH Agus Ali Mashuri hingga mantan Ketua PWNU Jatim KH Ali Maschan Moesa.

KH Anwar Iskandar menerangkan beberapa alasan atau catatan dari para ulama dan kiai-kiai NU memberikan dukungan serta memberi restu ke Machfud Arifin untuk maju sebagai Calon Wali Kota Surabaya.

"Pertama, para kiai-kiai melihat Pak Machfud itu ketika dulu memulai tugas sebagai kapolda. Beliau meminta restu minta doa para kiai-kiai demi keselamatan Polri, Polda Jawa Timur dan khususnya masyarakat Jawa Timur," katanya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Amin Ngasinan, Kota Kediri itu menambahkan, catatan kedua yakni di benak para kiai, sejak Machfud Arifin jadi Kapolda Jatim adalah orang yang membudayakan istighosah di mapolda.

"Dengan menghadirkan kiai-kiai sepuh di mapolda," tuturnya.

Pertimbangan ketiga adalah berdirinya masjid megah di Mapolda Jatim saat era Machfud Arifin sebagai Kapolda Jatim.

"Keempat, dari paparan yang disampaikan oleh beliau, menyakinkan para kiai-kiai di Jawa Timur ini khususnya PWNU. Bahwa apa yang akan dilakukan oleh beliau dalam memimpin pembangunan Kota Surabaya adalah sebuah kebijakan yang berbasis pada kepentingan masyarakat yang seharusnya menjadi orientasi para pejabat," terangnya.

"Kelima, kita melihat Pak Machfud ini mau menggunakan partai yang selama ini menjadi saluran aspirasi para kiai-kiai menjadi kendaraan beliau," tambahnya.

Dari lima pertimbangan tersebut, hari ini para kiai-kiai PWNU Jatim memutuskan dukungan ke Machfud Arifin dalam Pilwali Kota Surabaya.

Baca Juga: Gawat! Gen-Z NU Minim Paham Aswaja, PWNU Jatim Usul Badan Khusus

"Tentu yang namanya wakil wali kota (wawali) tidak disampaikan sekarang," tuturnya.

KH Anwar Iskandar menilai, Kota Surabaya membutuhkan pemimpin seperti Machfud Arifin.

"Surabaya ini yang butuh orang kuat seperti beliau. Karena pembangunan yang diinginkan oleh beliau bukan sekedar membangun taman, membangun jalan, membangun gedung," katanya.

"Tapi manusia yang butuh makan, manusia yang butuh pendidikan, manusia yang butuh kesehatan, manusia butuh papan yang sehat tidak umpel-umpelan (bergerombol) satu rumah isinya 5 keluarga, ada kesempatan kerja, ada industri memungkinkan orang mendapatkan pekerjaan," paparnya.

KH Anwar Iskandar menambahkan, berdasarkan pengalaman ketika memimpin Polda Jatim, Machfud Arifin dinilai mampu menjadi Wali Kota Surabaya.

"Beliau punya kemampuan untuk itu," jelasnya.

Baca Juga: Mengulik Isi Pertemuan PKS Jatim saat Sowan PWNU

Sementara itu, Cawali Surabaya yang diusung koalisi partai PKB, PAN, Gerindra, Demokrat, PPP, NasDem dan Partai Golkar ini mengucapkan syukur bisa bersilaturahmi serta meminta doa restu ke kiai-kiai sepuh di Jatim.

"Alhamdulillah dapat berkesempatan bersilaturahmi dengan kiai-kiai sepuh seluruh masyayikh dari PWNU, pengurus tanfidznya, hampir lengkap (pengurus)," kata Machfud Arifin.

Arek Ketintang Surabaya ini juga meminta doa restu ke para kiai PWNU untuk maju sebagai Calon Wali Kota Surabaya di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020 nanti.

"Kemudian saya sampaikan, mohon doanya, mohon restunya , mohon pangestunya untuk bisa mencalonkan diri menjadi wali kota, dengan saya sampaikan posisi politiknya, saya sampaikan keadaan Surabaya secara umum, terus visi ke depan seperti apa," tuturnya.

Ia menambahkan, respon para kiai sangat bagus dan mendoakan Machfud secara khusyuk sekali sehingga menambah semangatnya untuk terus berjuang bersama-sama dengan semua komponen masyarakat untuk memperoleh suara terbanyak di 9 Desember 2020 nanti.

"Membangun Surabaya tidak bisa sendiri, saya sendiri, aku saya, nggak bisa. Tapi, ayo sama-sama bisa membangun bareng-bareng. Pak kiai memberikan masukan, saran, doa pada saya. Dengan seluruh komponen masyarakat untuk sama-sama membangun Surabaya lebih baik lagi, kotanya maju, masyarakat sejahtera dan moralitas akhlak yang baik," jelasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.