Gawat! Gen-Z NU Minim Paham Aswaja, PWNU Jatim Usul Badan Khusus
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Kamis, 16 Apr 2026 13:08 WIB
jatimnow.com - Genderang perang ideologi di ruang digital sudah lama ditabuh. Namun, bagi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, pertahanan tidak cukup hanya sekadar ada.
Mereka ingin sebuah langkah konkret, yakni mematenkan "Aswaja Center" sebagai lembaga atau badan khusus yang diakui secara sah dalam konstitusi tertinggi organisasi.
Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35
Usulan ini menjadi komitmen bulat yang lahir dari rahim Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jatim di Tuban, 11-12 April 2026.
MZ Muhaimin, delegasi Aswaja Center yang hadir dalam forum tersebut, menegaskan bahwa ini bukan sekadar keinginan administratif, melainkan mandat sejarah yang harus dikawal hingga Konferensi Besar (Konbes) dan Muktamar Ke-35 NU mendatang.
"Kita perlu memastikan Aswaja Center tercatat resmi di AD/ART atau Perkum PBNU. Harus ada pasal khusus yang memayunginya," tegas Muhaimin dengan nada mantap saat ditemui di Surabaya, Senin (13/4).
Langkah Jatim ini sebenarnya bukan tanpa modal. Sejak 2011, Aswaja NU Center di Jawa Timur telah bergerak masif hingga ke level akar rumput di tingkat MWC. Jejak digitalnya pun terang benderang.
Namun, Muhaimin merasa momentum Muktamar di Lampung tahun lalu yang videonya sempat diputar kembali untuk membakar semangat peserta sidang komisi harus segera ditunaikan janji-janjinya di Konbes akhir April ini.
Baca Juga: Muktamar NU, Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi
Mengapa harus badan khusus? Wakil Sekretaris PWNU Jatim, Dr. KH Wafiul Ahdi, membedah kegelisahan itu dengan sangat tajam. Menurutnya, ada ancaman nyata yang sedang mengintai generasi muda Nahdliyin.
"Hasil survei menunjukkan banyak Gen-Z NU yang belum memahami faham Aswaja An-Nahdliyah secara mendalam. Ini alarm keras! Jika kita diam, literasi mereka akan diisi oleh faham lain," ungkap Kiai Wafiul.
Bagi PWNU Jatim, Aswaja Center adalah benteng pertahanan terakhir untuk menjaga sanad keilmuan yang tersambung pada Imam Asy’ari dan Al-Maturidi di bidang akidah, serta kepatuhan pada empat madzhab di bidang fiqih.
Baca Juga: Sederet Kiai Sepuh PBNU Temui Rais Aam Bahas Percepatan Muktamar ke-35
Tanpa pelembagaan yang kuat, upaya advokasi faham, penerbitan buku, hingga syiar digital akan sulit berjalan secara sistematis dan masif di seluruh Indonesia.
Selain urusan ideologi, Muskerwil Tuban yang dibuka oleh Prof Mohammad Nuh dan ditutup oleh Rais Aam KH Miftakhul Achyar ini juga menelurkan rekomendasi strategis lainnya. Mulai dari pemberdayaan ekonomi UMKM, hilirisasi pertanian, hingga penguatan layanan kesehatan berbasis jamaah melalui RS NU dan klinik.
Jatim telah melempar bola panas. Kini, mata kaum Nahdliyin tertuju pada Konbes dan Muktamar NU. Apakah Aswaja Center akan benar-benar menjadi "panglima" resmi, atau tetap menjadi sayap sukarela di tengah gempuran ideologi global?
Editor : Ali MasdukiURL : https://jatimnow.id/baca-83801-gawat-genz-nu-minim-paham-aswaja-pwnu-jatim-usul-badan-khusus