Selasa, 21 Jul 2026 19:17 WIB

Gawat! Gen-Z NU Minim Paham Aswaja, PWNU Jatim Usul Badan Khusus

Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jatim di Tuban, 11-12 April 2026. (Foto: FJN for jatimnow.com)
Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jatim di Tuban, 11-12 April 2026. (Foto: FJN for jatimnow.com)

jatimnow.com - Genderang perang ideologi di ruang digital sudah lama ditabuh. Namun, bagi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, pertahanan tidak cukup hanya sekadar ada.

Mereka ingin sebuah langkah konkret, yakni mematenkan "Aswaja Center" sebagai lembaga atau badan khusus yang diakui secara sah dalam konstitusi tertinggi organisasi.

Baca Juga: Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Usulan ini menjadi komitmen bulat yang lahir dari rahim Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jatim di Tuban, 11-12 April 2026.

MZ Muhaimin, delegasi Aswaja Center yang hadir dalam forum tersebut, menegaskan bahwa ini bukan sekadar keinginan administratif, melainkan mandat sejarah yang harus dikawal hingga Konferensi Besar (Konbes) dan Muktamar Ke-35 NU mendatang.

"Kita perlu memastikan Aswaja Center tercatat resmi di AD/ART atau Perkum PBNU. Harus ada pasal khusus yang memayunginya," tegas Muhaimin dengan nada mantap saat ditemui di Surabaya, Senin (13/4).

Langkah Jatim ini sebenarnya bukan tanpa modal. Sejak 2011, Aswaja NU Center di Jawa Timur telah bergerak masif hingga ke level akar rumput di tingkat MWC. Jejak digitalnya pun terang benderang.

Namun, Muhaimin merasa momentum Muktamar di Lampung tahun lalu yang videonya sempat diputar kembali untuk membakar semangat peserta sidang komisi harus segera ditunaikan janji-janjinya di Konbes akhir April ini.

Baca Juga: Tambakberas Kebut Persiapan Muktamar ke-35 NU, Siap Sambut 6.000 Muktamirin

Mengapa harus badan khusus? Wakil Sekretaris PWNU Jatim, Dr. KH Wafiul Ahdi, membedah kegelisahan itu dengan sangat tajam. Menurutnya, ada ancaman nyata yang sedang mengintai generasi muda Nahdliyin.

"Hasil survei menunjukkan banyak Gen-Z NU yang belum memahami faham Aswaja An-Nahdliyah secara mendalam. Ini alarm keras! Jika kita diam, literasi mereka akan diisi oleh faham lain," ungkap Kiai Wafiul.

Bagi PWNU Jatim, Aswaja Center adalah benteng pertahanan terakhir untuk menjaga sanad keilmuan yang tersambung pada Imam Asy’ari dan Al-Maturidi di bidang akidah, serta kepatuhan pada empat madzhab di bidang fiqih.

Baca Juga: UNUSA Tembus 3 Besar Nasional Bidang Kesehatan Versi THE Impact 2026

Tanpa pelembagaan yang kuat, upaya advokasi faham, penerbitan buku, hingga syiar digital akan sulit berjalan secara sistematis dan masif di seluruh Indonesia.

Selain urusan ideologi, Muskerwil Tuban yang dibuka oleh Prof Mohammad Nuh dan ditutup oleh Rais Aam KH Miftakhul Achyar ini juga menelurkan rekomendasi strategis lainnya. Mulai dari pemberdayaan ekonomi UMKM, hilirisasi pertanian, hingga penguatan layanan kesehatan berbasis jamaah melalui RS NU dan klinik.

Jatim telah melempar bola panas. Kini, mata kaum Nahdliyin tertuju pada Konbes dan Muktamar NU. Apakah Aswaja Center akan benar-benar menjadi "panglima" resmi, atau tetap menjadi sayap sukarela di tengah gempuran ideologi global?

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.