Senin, 15 Jun 2026 07:11 WIB

Pandemi Covid-19

91 Pemandu Wisata Banyuwangi Terima Sertifikat Kompetensi New Normal

Bupati Anas menyerahkan sertifikat kompetensi new normal kepada 91 pemandu wisata di Banyuwangi
Bupati Anas menyerahkan sertifikat kompetensi new normal kepada 91 pemandu wisata di Banyuwangi

jatimnow.com - Untuk mendorong pengembangan pariwisata di era new normal, para pemandu wisata di Banyuwangi kini dilengkapi dengan sertifikat sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Sebanyak 91 pemandu wisata di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Ijen mendapat lisensi sebagai tour guide bersertifikat protokol kesehatan.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Sertifikat diserahkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di ruang terbuka hijau (RTH) Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Jumat (19/6/2020).

Bupati Anas mengatakan, di era new normal, pariwisata tidak lagi sekedar mengedepankan pelayanan yang prima. Namun protokol kesehatan yang ketat akan menjadi daya tarik utama.

"Kita harus aman dari Covid-19 sekaligus aktivitas ekonomi harus tetap produktif. Maka harus ada langkah untuk menjamin keselamatan bersama," ujar Bupati Anas.

Untuk itu Banyuwangi melakukan standarisasi protokol kesehatan bagi pelaku wisata. Salah satunya kepada para tour guide yang beroperasi di Gunung Ijen.

"Jadi para tour guide ini telah melalui uji sertifikasi kelayakan sebagai pemandu wisata era normal baru. Selain dapat memberikan standar layanan yang baik, mereka telah dilatih soal protokol kesehatan, diedukasi soal dunia kesehatan termasuk potensi infeksi di sektor pariwisata yang harus kita hindari," jelasnya.

91 pemandu wisata di Banyuwangi terima sertifikat kompetensi new normal91 pemandu wisata di Banyuwangi terima sertifikat kompetensi new normal

Bupati Anas melanjutkan, pada masa kenormalan baru, sejumlah aktivitas pariwisata yang berkaitan dengan alam seperti hiking dan aktivitas gunung lainnya diperkirakan akan lebih diminati masyarakat.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Diprediksikan setelah ini pariwisata pasti akan booming. Terutama dalam aktivitas berbasis alam, mereka akan lebih memilih pariwisata yang berkelanjutan. Dan Banyuwangi adalah salah satu daerah yang menawarkan ekowisata. Kita tentunya harus bersiap," tegasnya.

Bupati Anas juga mendorong para pemandu wisata gunung dan instruktur pemandu wisata gunung di Banyuwangi untuk lebih meningkatkan kompetensi untuk menghadapi tantangan di era kenormalan baru.

"Kami berkomitmen untuk terus memfasilitasi dengan memberikan pelatihan secara daring untuk semua pelaku wisata, termasuk pelatihan untuk guide sesuai protokol Covid-19," ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata MY Bramuda menyebut, standarisasi terhadap tour guide dilakukan dengan uji kompetensi seputar pengetahuan tentang destinasi, standar pelayanan hingga pengetahuan protokol kesehatan Covid-19.

Dari 149 orang guide yang mengikuti uji tersebut, hanya 91 orang yang lolos dan mendapatkan sertifikat.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

"Uji kompetensi kami lakukan ketat terutama untuk protokol kesehatannya. Pelatihan melibatkan para ahli dari dinas kesehatan. Karena kami ingin wisatawan mendapatkan jaminan keamanan saat berkunjung," sambung Bramuda.

Bramuda menyebut, ada tiga kawasan wisata yang tour guide-nya wajib memiliki sertifikasi, yaitu Gunung Ijen, Taman Nasional Alas Purwo dan Desa Wisata Kemiren.

Ketua Himpunan Pemandu Khusus Kawah Ijen Sofyan menambahkan bahwa sertifikasi pemandu wisata tersebut sangat positif bagi profesi yang dilakoninya. Hal tersebut bisa memberi jaminan kenyamanan dan kemanan baik bagi tour guide maupun wisatawan.

"Kami merasa nyaman dan bertugas dan wisatawan juga bisa merasa aman karena kami sudah lolos uji untuk standar protokol kesehatannya. Kami optimis menyambut new normal ini," pungkas Sofyan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.