Jumat, 19 Jun 2026 00:59 WIB

Kisah Jagal Ular Kobra di Mojokerto yang Raih Untung hingga Rp 20 Juta

M Arifin memotong ular kobra untuk diambil empedunya
M Arifin memotong ular kobra untuk diambil empedunya

jatimnow.com - Bagi sebagian orang, ular kobra sangat menakutkan karena bisa-nya yang dianggap berbahaya dan dapat membuat nyawa melayang saat racun binatang itu masuk ke dalam aliran darah di tubuh.

Namun tidak bagi Muhammad Arifin (43) warga Dusun Dusun Tunggul Moro, Desa Kutoporong, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Bagi Arifin atau yang kerap disapa Cak Bulus, ular kobra bisa mendatangkan keuntungan besar hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya.

Ular kobra itu bisa mendatangkan rejeki bagi Arifin karena menjual empedu untuk obat bagi orang-orang yang punya penyakit.

Cak Bulus mendapatkan ular berbisa dari pemburu ular dari wilayah Mojokerto, Jombang dan Probolinggo dengan harga Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu per ekor.

"Biasanya empedu ular kobra dikonsumsi untuk jamu. Khasiatnya ya cukup banyak," kata Arifin saat ditemui di rumahnya, Selasa (16/6/2020).

Arifin menambahkan, khasiat empedu dan darah ular kobra dipercaya bisa mengobati penyakit rematik, liver, ginjal, kencing manis, jantung lemah, asma, vitalitas pria dan banyak lagi.

Pria dengan tiga anak itu menjagal ular kobra di ruangan berukuran 2 kali 2 meter yang berada di area belakang rumahnya.

"Hanya empedu dan darah kobra yang banyak dibeli. Kalau kulit bisa dikeringkan dan dagingnya dibuang," jelasnya.

Menurut suami dari Ari Triyanengsih, pembeli bisa membeli empedu ular kobra dengan kondisi mentah atau sudah dalam keadaan kering.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

"Saya jual satu empedu dengan harga Rp 25 ribu. Saya juga jual empedu kobra yang sudah kering ke Surabaya satu kilogram senilai Rp 10 juta. Pembelian dari Mojokerto, Malang dan Surabaya," ungkapnya.

Arifin mengaku telah menggeluti jagal ular kobra ini sudah berjalan selama 6 tahun terakhir. Dirinya dibantu 3 karyawan saat menjagal ular kobra.

"Saya menjalani pekerjaan ini sudah enam tahun. Awalnya saya ikut juragan di Krian, lalu saya membuka sendiri pekerjaan yang beresiko tinggi ini. Saat mengambil ular saya memakai sarung tangan, lalu kepala ular dipegang kemudian dipotong pakai gunting," bebernya.

Masih kata Arifin, jika konsumen yang tidak terbiasa mengonsumsi empedu mentah bisa meminum empedu kering dengan cara dimasukkan ke kapsul kosong.

"Empedu dijemur di bawah sinar matahari selama 2 hari tapi jika di oven satu hari. Cara mengonsumsi bisa langsung dikonsumsi mentah dicampur dengan madu murni. Tapi bisa juga dikonsumsi yang kering dimasukkan ke kapsul kosong," paparnya.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

Arifin menyebut, dirinya pernah digigit ular kobra. Saat digigit, ia mengobati sendiri dengan cara menghisap darahnya memakai mulut lalu meminum empedu ular kobra.

"Setelah meminum empedu ular kobra, saya juga menempelkan pusaka keris peninggalan kakek yang dulu juga pemburu ular," tegasnya.

Ia mengaku bisa meraup keuntungan mencapai Rp 20 juta dari bisnis jagal ular kobra, bekicot dan biawak.

"Sudah banyak yang sembuh, kebanyakan mereka yang mengeluh kurang lama saat berhubungan suami istri," pungkasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.