Selasa, 16 Jun 2026 06:15 WIB

Bukan Hanya Swiss, Cokelat Kualitas Terbaik Juga Ada di Banyuwangi

  • Penulis :
  • | Sabtu, 12 Mei 2018 19:42 WIB
Nampak Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menunjukkan Cokelat hasil bumi Banyuwangi
Nampak Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menunjukkan Cokelat hasil bumi Banyuwangi

jatimnow.com - Dikenal sebagai salah satu daerah penghasil cokelat terbaik di dunia, Banyuwangi menggelar Festival Cokelat, Sabtu (12/5/2018).  

Festival ini digelar di wisata Doesoen Kakao, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, yang berada di kawasan perkebunan cokelat.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Doesoen Kakao yang terletak di areal Perkebunan Kendeng Lembu PTPN XII seluas 1.500 hektar.

Ribuan orang yang hadir antusias ingin menikmati minum cokelat bareng. Sedikitnya ada 3.600 cup cokelat hangat yang disediakan gratis.

Festival Cokelat ini dibuka Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dengan memotong imitasi buah cokelat berkuran besar, yang didalamnya dipunuhi 1.000 permen cokelat. Permen-permen ini pun lalu dibagi dengan dilemparkan ke masyarakat dari atas panggung. Suasananya pun langsung riuh.

Dikatakan Anas, festival ini digelar untuk mempromosikan kekayaan cokelat Banyuwangi yang sangat diminati di pasaran dunia.

"Festival ini untuk mengenalkan bahwa cokelat yang paling enak salah satunya ada di Glenmore, Banyuwangi. Di mana di Glenmore ada penghasil cokelat terbaik dengan rasa dan karakteristiknya yang unik dan berbeda," kata Bupati Anas.

Festival ini juga mengajak masyarakat untuk mengenal sejarah cokelat dunia dan di Indonesia.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Kalau ke pingin merasakan cokelat yang paling enak, tempatnya ya di Glenmore ini. Selain itu juga bisa belajar tetang cokelat," ujarnya.

Tidak hanya menikmati minuman cokelat,  namun pengunjung juga bisa menikmati berbagai kudapan hasil olahan cokelat. Seperti, pisang crispy topping cokelat, sate coklat, bolu coklat, coklat peluru, hingga coklat batangan yang tersedia di sepanjang lokasi.

"Ini juga untuk mengungkit ekonomi lokal. Ibu-ibu di desa bisa belajar bagaimana mengolah cokelat," kata Anas.

Sementara itu, Titon Tantular Manager Kebun Kendeng Lembu  menambahkan, cokelat Glenmore memang dikenal sebagai salah satu kualitas terbaik dunia, yakni jenis Edel. Jenis cokelat ini memiliki ciri biji berwarna putih, dengan kadar lemaknya rendah dan tidak mudah leleh.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

"Rasa cokelatnya cenderung asam buah-buahan, dan after tastenya menghasilkan rasa madu. Inilah yang mengapa rasanya paling enak di dunia,” kata Titon.  

Cokelat yang diproduksi Perkebunan Kendeng Lembu sendiri, imbuh Titon, cukup banyak, dalam satu hari bisa mencapai 12 ton coklat kering pada musim panen.

Cokelat-cokelat yang dihasilkan dari Glenmore ini, 80 persen diekspor ke sejumlah negara. Antara lain, Jepang, Jerman, Perancis, Italia, Amerika, Malaysia, dan Singapura. Sebagian lagi diolah sendiri menjadi permen cokelat untuk oleh-oleh wisata.

Reporter: Hafiluddin Ahmad
Editor: Arif Ardianto  

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.