Kamis, 11 Jun 2026 03:18 WIB

Puluhan Ponpes di Ponorogo Siap Hadapi New Normal Pandemi Covid-19

Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren Ponorogo KH Markaban (kanan) dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo Dwi Agus Prayitno
Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren Ponorogo KH Markaban (kanan) dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo Dwi Agus Prayitno

jatimnow.com - Puluhan pondok pesantren (ponpes) di Ponorogo menyatakan kesiapannya untuk menghadapi era new normal di tengah pandemi Covid-19. Ada sekitar 92 ponpes di Kota Reog yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pondok Pesantren.

Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Ponorogo KH Markaban mengatakan, ada 92 ponpes yang resmi di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) dan berizin dengan 24.700 santri.

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

Menurutnya, seluruh pengasuh ponpes di Ponorogo itu sudah siap melaksanakan new normal. Apalagi wali santri sudah banyak yang menginginkan anaknya kembali ke pesantren.

"Banyak sekali keluhannya. Kalau di pondok kan lebih terkendali. Kalau di rumah, kata wali santrinya, anak-anak mainan mercon, nyangkruk atau mainan layangan," ujar KH Markaban, Rabu (3/6/2020).

Untuk itu, lanjut KH Markaban, FKPP sudah membuat surat resmi bahwa santri masuk ponpes pada 15 atau 16 Juli 2020, dengan syarat pemerintah menyetujui. Ada pula ponpes yang mengikuti anjuran Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Jatim bahwa kedatangan santri diserahkan ke ponpes.

"Tapi semua yang ada di ponpes harus patuh dan taat dengan protokol kesehatan," tegasnya.

Protokol kesehatan yang sudah disiapkan di pesantren yaitu menyediakan tempat cuci tangan, kewajiban memakai masker dan jaga jarak. Sebelum datang, santri diminta isolasi secara mandiri di rumah selama 14 hari dan dibuktikan dengan surat keterangan dari orangtua.

"Juga harus ada surat sehat dari dinkes (dinas kesehatan), puskesmas atau lainnya. Itu wajib," terang KH Markaban.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Dia menambahkan, untuk teknis kedatangan santri, bagi ponpes besar seperti Ngabar dan Gontor, akan dijadikan satu bus. Untuk ponpes kecil, diwajibkan untuk diantar oleh wali santri masing-masing.

"Harus kendaraan pribadi, tidak boleh kendaraan umum. Bisa menggunakan motor jika memang tidak punya roda empat," papar pengasuh Ponpes Ilhamul Qudus Kecamatan Kenangan ini.

Dia meminta Pemkab Ponorogo mendukung langkah dari ponpes.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo Dwi Agus Prayitno mendukung sepenuhnya langkah ponpes ponpes tersebut. Dia meminta pemerintah daerah memperhatikan permintaan dari ponpes untuk segera menerapkan new normal di ponpes.

Baca Juga: Senator Lia Istifhama Soroti Janggalnya Gugatan Ponpes Raudlatul Banin Wal Banat

"Juga harus dibantu fasilitasnya agar tidak muncul klaster seperti Temboro (Magetan)," ungkap Dwi Agus.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menyebut akan memberlakulan uji coba new normal secara bertahap. Saat ini baru enam titik yang diuji coba, mulai dari kantor pelayanan publik, kantor kecamatan dan jalan protokol.

"Ke depan akan ada masjid, sekolah maupun ponpes. Sambil melihat kebijakan yang ada dari pemerintah pusat," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.