Selasa, 21 Jul 2026 19:17 WIB

Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

Silaturahmi KH Abdussalam Shohib dan KH Imam Jazuli di Cirebon berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan. (Foto: Dok. FJN).
Silaturahmi KH Abdussalam Shohib dan KH Imam Jazuli di Cirebon berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan. (Foto: Dok. FJN).

jatimnow.com - Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib, terus menjalin silaturahmi ke sejumlah kiai menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.

Dalam agenda terbarunya, kiai yang akrab disapa Gus Salam itu sowan ke kediaman KH Imam Jazuli, pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, Jawa Barat.

Baca Juga: Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan. Sejumlah pengasuh pesantren turut mendampingi Gus Salam, di antaranya KH Hasan Syukri Zamzami Mahrus, KH Muhammad Ma'mun Mahfudz, KH Lukman Hakim Hamid, serta KH Abdul Mu'id.

Bagi Gus Salam, safari tersebut bukan sekadar bagian dari dinamika menuju muktamar. Ia menyebut silaturahmi antarulama menjadi ruang untuk menyerap nasihat dan pandangan demi menjaga NU tetap teduh dan berpijak pada tradisi pesantren.

“Kami sowan untuk meminta doa dan masukan dari para masyaikh. NU harus tetap menjadi rumah besar yang menjaga persatuan dan tradisi keilmuan pesantren,” kata Gus Salam.

Ia menilai Kiai Imam Jazuli sebagai tokoh muda NU yang memiliki pandangan jauh ke depan, terutama dalam pengembangan pendidikan pesantren dan pemberdayaan umat.

“Beliau memiliki idealisme dan gagasan besar untuk kemajuan umat. Banyak kalangan terinspirasi oleh pemikiran-pemikiran beliau,” ujarnya.

Baca Juga: Bapak dan Anak Pengasuh Ponpes di Malang Ditangkap, Diduga Lecehkan Santriwati

Menurut Gus Salam, kesederhanaan Kiai Imam justru menjadi cerminan watak asli pesantren yang melahirkan banyak gagasan besar.

“Kesahajaan beliau menunjukkan karakter pesantren yang membumi. Namun di balik itu, pemikirannya sangat cemerlang,” tuturnya.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Salam juga mengapresiasi gagasan Kiai Imam Jazuli terkait Workshop Transformasi Pesantren bagi 5.000 pengasuh pondok pesantren se-Indonesia sepanjang 2026.

Baca Juga: Tambakberas Kebut Persiapan Muktamar ke-35 NU, Siap Sambut 6.000 Muktamirin

Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis agar pesantren mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi dan nilai keislaman.

“Pesantren harus adaptif terhadap perubahan, tetapi ruh keilmuan, akhlak, dan tradisinya tetap dijaga,” ucapnya.

Silaturahmi berlangsung sederhana dan gayeng. Di tengah perbincangan para kiai, muncul harapan agar Muktamar NU ke-35 melahirkan kepemimpinan yang mampu menjaga marwah jam’iyah, memperkuat persatuan umat, sekaligus memperbesar peran pesantren di tengah perubahan zaman.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.