Rabu, 10 Jun 2026 14:16 WIB

Bupati Anas Dorong Raperda Pertanian Ramah Lingkungan

  • Penulis :
  • | Rabu, 09 Mei 2018 17:19 WIB
Bupati Banyuwangi saat menyampaikan pandangan Bupati atas tiga Raperda inisiatif DPRD.
Bupati Banyuwangi saat menyampaikan pandangan Bupati atas tiga Raperda inisiatif DPRD.

jatimnow.com - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberikan apresiasi atas pengajuan tiga rancangan peraturan daerah (raperda) inisiatif dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Banyuwangi.

Ketiga raperda tersebut adalah raperda tentang pengelolaan dan pemberdayaan pasar rakyat, raperda tentang pengembangan pertanian organik, dan raperda tentang penyelenggaraan kabupaten layak anak.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

“Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas usaha dan kerja keras pimpinan, anggota dan seluruh alat kelengkapan dewan hingga raperda tersebut telah disusun secara cermat dan nantinya dapat dilakukan pembahasan bersama eksekutif,” kata Bupati Anas saat menyampaikan pandangan Bupati atas tiga Raperda inisiatif DPRD tersebut, Rabu (9/5/2018).

Selanjutnya, Bupati Anas menyampaikan pandangannya atas tiga raperda tersebut. Salah satunya adalah Raperda tentang pertanian organik. Pada dasarnya, pihak eksekutif memiliki kesepahaman dan sependapat dengan substansi yang diatur dalam raperda.

Namun, Anas meminta agar raperda lebih didorong pada upaya pengembangan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Raperda Pengembangan pertanian organik hanya memberikan dampak pada produk pertanian yang memiliki segmentasi pasar khusus, perlu dikaji lagi agar kita juga dapat melindungi petani yang secara umum belum dapat menerapkan pertanian organik,” kata Bupati Anas.

Di Banyuwangi sendiri, lanjut Anas, potensi pertaniannya sangat besar  mulai pertanian organik, semi organik dan pertanian konvensional non organik. Pengembangan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan akan mencakupi semua model pertanian tersebut.

“Untuk pertanian organik sendiri sudah banyak aturannya mulai peraturan teknis menteri pertanian tentang detail pertanian organik hingga standar nasional indonesia (SNI) produk organik,” kata dia.

Menurut Anas, untuk menjadi produk organik, otomatis proses pertaniannya harus sudah memenuhi aturan dan standar. Justru untuk yang konvensional belum ada peraturan teknisnya yang detail.

“Nah, kita mendorong yang terakhir ini untuk bertahap menjadi pertanian yang lebih ramah lingkungan,” kata Anas.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Pengembangan sistem pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan bertujuan menghasilkan produk pertanian Banyuwangi yang mendapatkan pengakuan jaminan mutu dari lembaga berkompeten.

Ia mencontohkan, penggunaan pupuk yang tepat, meminimalisir penggunaan pestisida hingga mendorong petani konvensional menggunakan pupuk organik.

“Kita ingin semua produk pertanian Banyuwangi bisa masuk standar Sertifikat Prima. Kalau produk organik bisa Prima Satu, paling tidak yang non organik Prima tiga, sehingga kualitas produk pertanian Banyuwangi mampu bersaing dan tidak diragukan lagi keamanannya,” terang Bupati Anas.

Sertifikat prima adalah proses pemberian sertifikat sistem budidaya produk dengan standar aman konsumsi, bermutu baik dan ramah lingkungan.

Sementara itu, untuk Raperda tentang Kabupaten Layak Bupati Anas mengusulkan penambahan pasal baru untuk mengakomodasi kepentingan anak dalam pembangunan daerah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk berpartisipasi menyampaikan pendapat dalam kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan daerah.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

“Untuk raperda tentang pengelolaan dan pemberdayaan pasar rakyat secara rinci akan kami sampaikan pada pembahasan bersama panitia khusus raperda DPRD kabupaten Banyuwangi,” pungkasnya.

 

Penulis/editor: Arif Ardianto

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.