Jumat, 12 Jun 2026 16:44 WIB

Maksimalkan Dana Desa, Kemendes Gelar Workshop di Banyuwangi

  • Penulis :
  • | Selasa, 08 Mei 2018 15:00 WIB

jatimnow.com - Untuk memaksimalkan potensi Dana Desa (DD), Biro Hukum Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT) membedah Permendesa nomor 19 tahun 2017 di Hotel Illira, Banyuwangi.

Permendesa tersebut mengatur tentang penetapan prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2018 dalam bentuk workshop secara berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Kabiro Hukum Oraganisasi dan Tata Laksana (Ortala) Kemendesa, Dr Undang Mugopa mengatakan, melalui workshop yang melibatkan para Camat, perwakilan desa, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta pendamping desa di Banyuwangi diharapkan dapat mengawal implementasi pengalokasian DD.

"Penting dalam arti untuk penggunaan dana desa supaya tidak ada penyimpangan baik disengaja maupun tidak oleh pihak kepala desa. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sebagai pimpinan (desa) dapat turut mengawasi," papar Mogopa di Ballroom Illira hotel, Selasa (8/5/2018).

Dalam segi pengawasannya, kata Mugopa, beberapa instansi seperti Kepolisian dan Kejaksaan juga turut dilibatkan apabila ada penyalahgunaan dalam pembiayaan penyelenggaran pemerintahan, pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat, dan kemasyarakatan.

"Dalam segi pengawasan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kita libatkan. Pihak kejaksaan maupun kepolisian serta pihak terkait kita libatkan dalam segi penindakan," ujarnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Sementara itu, Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra, Agus Siswanto mengatakan, dari 189 desa se Kabupaten Banyuwangi hanya ada 1 desa yang dikategorikan sebagai daerah tertinggal yakni Desa Jelun, Kecamatan Licin, Banyuwangi.

"Selebihnya kategori desa maju berjumlah 134 yang di tahun sebelumnya ada 69. Untuk desa berkembang kini sudah ada 54 desa. Tinggal 1 desa saja, bagaimana desa ini bisa berkembang dan mandiri," sebut Agus.

Salah satu kiat Pemkab, lanjut Agus, desa-desa di Banyuwangi memaksimalkan penggunaan jaringan internet berbasis fiber optic untuk mendukung sektor pelayanan publik.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Selain itu, Pemkab Banyuwangi juga memberikan dorongan kepada masing-masing desa untuk mengangkat potensi daerah setempat untuk mendongkrak perekonomian warga.

"Dengan adanya produk unggulan di setiap desa nantinya akan dapat menjadi simpul ekonomi dan menggerakkan pertumbuhan desa," cetus Agus.

Reporter: Hafiluddin Ahmad
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.