Kamis, 18 Jun 2026 05:29 WIB

Corona Mewabah, Desa di Pasuruan Terapkan Larangan Kunjungi Istri Muda

  • Penulis : Moch Rois
  • | Selasa, 21 Apr 2020 20:11 WIB
Aturan unik pencegahan Covid-19 di Desa Sapulante, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan
Aturan unik pencegahan Covid-19 di Desa Sapulante, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan

jatimnow.com - Merebaknya Virus Corona (Covid-19) membuat para kepala desa di Kabupaten Pasuruan membuat berbagai macam aturan untuk menerapkan physical distancing. Salah satu di antaranya dilarang mengunjungi istri muda.

Aturan unik itu diterapkan di Desa Sapulante, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Dalan aturan kepada desa itu ada tujuh poin, yaitu melarang masuk pengamen, pengemis, debt collector, MBK Ventura dan BTPN, Bank Mekar, Bank Titil, penjual keliling serta dilarang mengunjungi istri muda.

Tujub poin larangan sementara waktu itu bertujuan untuk menjaga keselamatan bersama warga Desa Sapulante agar tidak terpapar Virus Corona.

Aturan di Desa Sapulante, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten PasuruanAturan di Desa Sapulante, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

Aturan itu bahkan diunggah oleh salah satu akun Facebook hingga viral dan mendapat respon 208 orang, komentar 87 orang dan dibagikan 7 kali. Tak hanya itu, foto aturan itu pun berseliweran di aplikasi chating WhatsApp.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya mengaku sudah mengetahui aturan yang diterapkan di Desa Sapulante itu.

"Itu kan Pak Kades dapat masukan dari warga-warganya. Ya macem-macem lah masukan warga. Mereka kan juga ingin dapat simpati dari masyarakat. Bisa jadi itu aspirasi warga yang ditampung," jelas Anang dengan tertawa.

Baca Juga: Dua Kali Diteror Molotov, Warga Pasuruan Ajukan Perlindungan LPSK

Anang pun memaparkan, jika kepala desa yang merupakan jabatan politis ini membuat mereka banyak menampung berbagai macam keluhan warga.

"Kita memaklumi itu, terlepas pengumuman itu baik atau tidak. Kita sudah imbau agar mereka (kades) bijak dalam mengumumkan ke masyarakat, biar masyarakat tidak bingung," tandas Anang.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.