Selasa, 16 Jun 2026 02:04 WIB

Pemilik dan Pengubur Potongan Kaki Manusia Ditemukan, Ini Kronologinya

  • Penulis :
  • | Sabtu, 05 Mei 2018 19:37 WIB
Saksi Hariono (kaos biru laut) Deni Suryana (kaos hitam) saat diperiksa di Mapolsek Kabat.
Saksi Hariono (kaos biru laut) Deni Suryana (kaos hitam) saat diperiksa di Mapolsek Kabat.

jatimnow.com - Aparat Polsek Kabat, Banyuwangi, bekerja cepat mengungkap pemilik potongan kaki yang ditemukan warga di areal pemakaman Dusun Kedawung, Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Jumat (4/5/2018) pagi. Alhasil, pemilik potongan kaki itu berhasil ditemukan.

Pihak Polsek Kabat juga merilis kronologis lengkap mulai dari menerima laporan hingga hasil penyelidikan. 

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Kapolsek Kabat AKP Supriyadi menceritakan, ada Jumat (4/5/2018) sekitar pukul 07.05 WIB, potongan kaki kiri orang dewasa sebatas lutut bagian atas hingga ujung jari ditemukan warga atas nama Didik Eko Budi (50), yang sedang kerja bakti di pemakaman setempat.

Baca juga: Polisi Masih Cari Asal Potongan Kaki Kiri yang Ditemukan di Makam

Sebelumnya, Didik curiga ada gundukan baru mirip kuburan baru. Setelah dibongkar ditemukan potongan kaki.

Temuan itu dilaporkan ke pihak terkait. Kemudian oleh petugas Puskesmas Kabat disarankan agar langsung dibawa ke RSUD Blambangan, untuk diautopsi.

Usai diautopsi, potongan kaki kiri itu dikubur kembali oleh petugas RSUD Blambangan.

Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan 5 orang saksi, didapat informasi bahwa potongan kaki tersebut milik AP (28), warga Desa Cipeujeuh Wetan, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. AP diketahui sebagai karyawan PT Jaya Kota Bali.

Baca juga: Potongan Kaki Manusia Ditemukan di Makam, Milik Siapa?

"AP mengalami kecelakaan kerja ketika sedang bekerja di dalam kapal pencari ikan milik PT Jaya Kota Bali di laut Merauke," katanya.

Kaki sebelah kiri AP terlilit tali jaring ikan dan membentur kayu di dalam kapal, sehingga mengakibatkan patah tulang paha dan pembuluh darah besar di kaki putus dan tersumbat.

Kecelakaan itu terjadi pada 17 april 2018 di tengah laut. Saat itu AP langsung dibawa ke darat, Rumah Sakit Angkatan Laut Merauke.

Pihak rumah sakit menyarankan kaki kiri AP untuk diamputasi. Namun ketika itu korban menolak.

Baca juga: Video: Kerja Bakti di Makam, Warga Temukan Potongan Kaki

Selanjutnya, AP dibawa ke rumah sakit di Sanglah, Bali. Dan pihak rumah sakit Sanglah juga menyarankan kaki kiri AP untuk diamputasi.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Namun AP menghendaki untuk diobati alternatif. Selanjutnya AP dibawa oleh teman kerjanya bernama Deni Suryana ke sangkal putung Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

Namun pihak sangkal putung tidak bersedia merawat dan AP diminta ke rumah sakit. AP akhirnya dibawa Deni dan perusahaannya ke rumah sakit Yasmin.

Disana lagi-lagi AP disarankan untuk amputasi karena kaki kirinya sudah membusuk dan bau.

Atas persetujuan AP, akhirnya kakinya diamputasi, pada 28 April 2018 pukul 18.00 WIB. Usai diamputasi potongan kaki AP hendak diserahkan ke pihak rumah sakit Yasmin untuk dikubur namun Asep tidak bersedia.

Baca juga: Asal Potongan Kaki yang Hebohkan Banyuwangi Terkuak

Kemudian perwakilan pihak PT Jaya Kota Bali bernama Made meminta bantuan temannya, Maha Beni, warga Dusun Pakis Desa Kalirejo, Kecamatan Kabat, untuk menguburkan potongan kaki AP.

Pada malam itu juga, akhirnya Maha Beni meminta bantuan temannya, Hariyono, warga Dusun Krajan Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, untuk menguburkan potongan kaki korban.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Dan potongan kaki itu dikubur di pemakaman Dusun Kedawung Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat. Karena sudah malam hari dan takmir majid setempat tidak ada, Hariyono menaruh uang sebesar Rp 500 ribu dikotak amal masjid setempat.

Potongan kaki AP dikubur sendiri oleh Hariyono tanpa diketahui warga sekitar. Sampai pada akhirnya pada Jumat 4 mei 2018 diketemukan oleh warga.

Selanjutnya setelah dilakukan pengecekan di rumah sakit Yasmin oleh petugas Polsek Kabat ternyata benar sampai saat ini Asep masih dalam perawatan. Di rumah sakit itu juga Asep diamputasi.

Hal tersebut dibenarkan dengan adanya resume medis dari rumah sakit Yasmin tentang riwayat medis korban Asep Pujiyanto selama di rawat di rumah sakit beralamat di jalan Istiqlah, Banyuwangi.

Hal itu juga dikuatkan dengan pengakuan Asep yang membenarkan bahwa kaki sebelah kiri miliknya telah diamputasi di rumah sakit Yasmin dan dikuburkan melalui bantuan temannya.

Reporter: Hafiluddin Ahmad/Irul Hamdani

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.