Selasa, 16 Jun 2026 04:33 WIB

Jejak Pria yang Sekap dan Cabuli Pelajar: Residivis hingga Jual Diri

  • Penulis : Moch Rois
  • | Selasa, 17 Mar 2020 16:21 WIB
Mustofa alias Muzdalifa, pria yang menculik, menyekap dan mencabuli pelajar diamankan di Mapolres Pasuruan
Mustofa alias Muzdalifa, pria yang menculik, menyekap dan mencabuli pelajar diamankan di Mapolres Pasuruan

jatimnow.com - Mustofa alias Muzdalifa, pria yang menculik, menyekap dan mencabuli pelajar pria di Pasuruan ternyata seorang residivis. Pria 47 tahun asal Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan itu pernah ditangkap dalam kasus yang sama.

Mustofa disergap Tim Satreskrim Polres Pasuruan di rumahnya pada 26 Februari 2020 setelah tiga hari menyekap dan mencabuli korban. Dalam aksi cabulnya, ia berperan sebagai wanita dengan memaksa korban menyodominya.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda mengatakan, pelaku pernah ditangkap dan dijebloskan ke sel tahanan Polres Pasuruan Kota atas kasus yang sama, yaitu mencabuli bocah berjenis kelamin pria.

Baca juga:  

"Saat itu pelaku divonis dua tahun penjara, tepatnya pada Tahun 2017. Bahkan sebelumnya, pelaku juga pernah dipenjara 6 bulan dalam kasus judi togel," jelas Adrian, Selasa (17/3/2020).

Baca Juga: Polres Malang Ungkap Pencabulan Berkedok Pengobatan Alternatif di Gedangan

Setelah di penjara, pelaku mengaku bekerja sebagai tukang kredit bahan-bahan sembako di Pasar Grati, Kabupaten Pasuruan. Namun fakta lain terungkap, di mana pelaku juga sempat menjajakan tubuhnya kepada para pria penyuka sesama jenis, tepatnya di Jakarta.

"Saya melacur, ikut orang ke Jakarta pada Tahun 1987 sampai 1989. Saya kabur karena dipukuli Bapak. Kemudian pulang bangun rumah," ungkap Mustofa.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

Hingga saat ini, kelainan seksual dengan menyukai sesama jenis masih menempel pada diri Mustofa.

"Saya sukanya sama pria. Tidak tertarik dengan perempuan," ucap Mustofa.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.