Selasa, 16 Jun 2026 11:46 WIB

Pria di Pasuruan yang Culik dan Sekap Pelajar Akui Suka Sesama Jenis

  • Penulis : Moch Rois
  • | Selasa, 17 Mar 2020 14:53 WIB
Mustofa alias Musdalifa saat digiring di Mapolres Pasuruan
Mustofa alias Musdalifa saat digiring di Mapolres Pasuruan

jatimnow.com - Mustofa alias Musdalifa, pria sadis di Pasuruan yang menculik, menyekap dan menyodomi seorang pelajar pria di Pasuruan mengaku pernah menjadi korban pencabulan sesama jenis pada saat dirinya masih kecil.

Pria berumur 47 tahun itu digerebek Tim Satreskrim Polres Pasuruan di rumahnya di salah satu dusun di Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan pada 26 Februari 2020, setelah menyodomi korban yang masih berumur 18 tahun mulai 23 Februari 2020.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Saya dulu waktu kecil dicabuli sama guru ngaji saya. Waktu kecil, kapan persisnya lupa," aku Mustofa di Mapolres Pasuruan, Selasa (17/3/2020).

Baca juga:  Pria Sadis di Pasuruan: Culik hingga Sekap dan Sodomi Pelajar 3 Hari

Dia juga mengaku bahwa orangtuanya kerap memakaikan baju wanita kepadanya sejak kecil. Hal itu, katanya, salah satu hal yang menyebabkan sifat feminimnya muncul.

"Dari kecil pakai baju perempuan," tambahnya.

Baca Juga: Polres Malang Ungkap Pencabulan Berkedok Pengobatan Alternatif di Gedangan

Perilaku menyimpang ini lah yang membuat pelaku tumbuh menjadi pria penyuka sesama jenis.

"Hingga sampai saat ini saya sukanya sama laki-laki, perempuan gak tertarik saya," ungkapnya.

Atas dalih itulah, Mustofa mencari sasaran untuk melampiaskan hasrat seksualnya. Untuk mempermudah aksinya, ia memakai ilmu guna-guna atau gendam lintrik.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

"Kartu lintrik ini dulu beli, terus saya jadikan pegangan (jimat). Gak beli, itu dari dukun," ucap Mustofa.

Dengan kemampuan gendamnya itu, ia pun mendapat mangsa korban. Setelah diculik dari Alun-alun Bangil, dalam pengaruh gendam, korban dibawa ke rumahnya dan disekap selama tiga hari. Selama tiga hari itu pula korban dicabuli dengan posisi pelaku berperan wanita.

"Aksi pencabulan yang dialami korban ini membuatnya depresi dan trauma," sambung Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Adrian Wimbarda.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.